Follow detikFinance
Minggu 24 Sep 2017, 18:26 WIB

Kisah Sofian, Peternak Domba Sukses dengan Omzet Rp 400 Juta

Muhammad Idris - detikFinance
Kisah Sofian, Peternak Domba Sukses dengan Omzet Rp 400 Juta Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Sofian Hadi, peternak yang boleh dibilang cukup berhasil meraih sukses dari domba Garut yang dipeliharanya. Saat ini, omzetnya mencapai Rp 400 juta dalam setahun, atau Rp 33 juta dalam sebulan.

Usaha ternak domba Garut sudah dilakoninya sejak 13 tahun lalu. Dia menyulap lahan yang tak terlalu luas di rumahnya, di Ujung Berung, Bandung, sebagai kandang. Awalnya, dirinya hanya memelihara 7 ekor, hingga saat ini beranak pinak hingga pernah mencapai 200 ekor kambing.

"Total saat ini dombanya ada 131 ekor, satu kandang satu kambing, karena domba garut itu kan enggak bisa disatukan. Dulu mulainya 7 ekor saja, kalau omzet Rp 400 juta setahun dari kambing yang dijual," ujar Sofian kepada detikFinance ditemui di Jambore Peternak, Cibubur, Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Kisah Sofian, Peternak Domba Sukses dengan Omzet Rp 400 JutaFoto: Muhammad Idris

Menurut Sofian, dirinya hanya fokus pada pengembangbiakkan domba Garut. Sebagian besar dijual sebagai domba daging, sisanya lagi dijual untuk domba ketangkasan yang lumrah dilombakan di Jawa Barat.

"Buat ketangkasan itu 40% dari kambing yang dijual. Harganya untuk yang ketangkasan mahal, antara Rp 9-20 juta per ekor dengan berat 60-90 kg. Sementara untuk domba daging kurban harganya Rp 5-6 juta dengan berat 65-85," tuturnya.

Menurutnya, usaha domba cukup menggiurkan. Pasar selalu ada, khususnya untuk aqiqah dan hewan kurban saat Idul Adha. Selain itu, tingkat kelahiran domba yang tinggi membuat jumlah yang dipelihara cepat bertambah.

"Saya pelihara domba Garut semua. Biakin sendiri, setahun satu ekor indukan tambah (beranak) dua kali atau sekali. Idul Adha pernah saya jual sampai 160 ekor yang harganya Rp 5-9 juta per ekornya," ungkap Sofian yang mempunyai usaha sampingan toko optik ini.

Saat ini, dirinya sudah memperkerjakan 18 orang karyawan untuk mengurus kandang dombanya. Dari hasil jerih payah beternak domba, dirinya sudah berhaji dan menyekolahkan anaknya hingga kuliah. Namun demikian, memelihara domba bukan berarti tanpa kendala. Masalah utama saat ini yakni pakan yang kadang seret saat musim kemarau.

"Sekarang anak pertama sudah kuliah, lagi skripsi. Paling kecil masih 5 tahun. Nah pelihara domba paling susah rumputnya, kalau musim kering begini susah. Selain ngarit, kita kan tanam rumput sendiri juga, tapi cuaca begini susah," pungkas Sofian.

(idr/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed