Penjualan Mobil Naik 36 Persen

Minibus Masih Mendominasi

Penjualan Mobil Naik 36 Persen

- detikFinance
Jumat, 20 Mei 2005 10:31 WIB
Jakarta - Pantas saja kian hari jalanan kian macet. Tengok saja penjualan mobil Indonesia yang terus menanjak. Selama kuartal I 2005 ini, penjualan mobil di Indonesia naik hingga 36 persen, dengan minibus mendominasi pasar.Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diterima detikcom, Jumat (20/5/2005), jumlah mobil yang terjual selama kuartal I ini mencapai 195.224 unit. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, jumlah mobil yang terjual hanya 143.434 unit. Khusus untuk bulan April, total volume penjualan mobil sedang, komersial, bus dan truk sebesar 51.264 unit atau berarti naik 28,8 persen dibandingkan April 2004 yang sebesar 39.813 unit. Pada Bulan April ini, penjualan jenis kendaraan MPV 4x2 (minibus) masih mendominasi pasar dengan penjualan sebesar 30.776 unit atau naik 35 persen dibandingkan April 2005 yang sebesar 22.790 unit. Sementara untuk penjualan sedan selama April tercatat sebesar 2.891 unit, atau turun 22 persen dibandingkan April 2004 yang sebesar 3.737 unit. Sementara untuk SUV (sport utility vehicle) 4x4 mencapai 122 unit atau naik 58 persen dibandingkan April 2004. Untuk kendaraan komersial, truk dan pick up, selama April 2005 sebesar 16.769 unit, atau naik 26 persen dibandingkan April 2004 yang sebesar 13.217 unit. Sementara bus penjualannya stagnan sebesar 188 unit dibandingkan April 2004 yang sebanyak 187 unit. Sedangkan double cabin 4x2 maupun 4x4 tercatat penjualannya mencapai 640 unit atau naik 54 persen dibandingkan April 2004 yang sebesar 415 unit. "Penjualan mobil hingga saat ini menunjukkan tren yang positif dan menggembirakan, meski telah terjadi kenaikan harga baja dan bahan bakar minyak di pasar dunia termasuk bergejolaknya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini," kata Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo. Dengan bergejolaknya harga bahan baku dan bahan bakar, Bambang menyarankan agar para pemain industri otomotif terus meningkatkan efisiensi serta mengurangi ongkos produksi untuk mengurangi beban biaya. Bambang menilai, kenaikan penjualan selama kuartal I ini dipicu oleh melonjaknya permintaan akan kendaraan MPV 2x4 (minibus) yang dipicu meningkatnya daya beli masyarakat dan meluasnya pemberian kredit melalui lembaga jasa keuangan.Kenaikan truk dan pick up, menurut Bambang, terjadi seiring mulai bergeraknya roda perekonomian dan pembangunan berbagai infrastruktur. Khusus untuk kendaraan komersial double cabin 4x4 juga melonjak, sehubungan dengan kebutuhan akan kendaraan jenis ini untuk daerah bencana tsunami di Aceh. Ekspor MobilSementara untuk ekspor mobil dalam bentuk CBU maupun CKD Set dan komponen selama kuartal I 2005 melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor yang terutama ke Pakistan dan Jepang ini, secara keseluruhan mencapai Rp 3,3 triliun. Ekspor mobil dalam bentuk CBU selama periode ini mencatat kenaikan sebesar 549 persen menjadi 4.520 unit, dibandingkan tahun lalu yang hanya 696 unit. Sementara ekspor CKD Set dalam periode ini mengalami kenaikan 89 persen menjadi 30.418 set. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads