Follow detikFinance
Selasa 26 Sep 2017, 07:14 WIB

Hore, Bulan Depan Sinyal di Pulau Terluar RI Ini Bisa 4G

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Hore, Bulan Depan Sinyal di Pulau Terluar RI Ini Bisa 4G Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Setelah membangun satu pemancar base transceiver station (BTS) di Desa Ustutun, Pulau Liran, Maluku pada awal Agustus lalu, dalam waktu dekat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom, akan memperluas akses telekomunikasi di pulau terluar Indonesia di sisi tenggara tersebut.

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, mengatakan bulan depan pihaknya akan mengubah posisi BTS yang saat ini sudah ada di Pulau Liran ke posisi yang lebih strategis dan meningkatkan layanan sinyal internetnya ke jaringan 4G Telkomsel. Hal ini dilakukan guna memperluas jangkauan sinyal yang ada di pulau tersebut sekaligus memberikan layanan internet yang lebih memadai dan cepat bagi pulau yang lokasinya lebih dekat dengan negara Timor Leste itu.

"Dalam waktu enggak lama lagi, akan kita upgrade sinyalnya ke 4G. Dalam waktu dekat itu, maksimum di awal Oktober ini 4G-nya sudah on. Tim sedang bergerak ke sana," kata Arif saat dihubungi di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

"Jadi ke depannya, BTS nya akan kita ganti dengan BTS yang lebih tinggi lagi ketinggiannya dan posisinya kita taruh di tempat yang strategis yang bisa meng-cover lebih luas lagi," jelasnya.

Arif mengakui, keberadaan BTS yang sudah terpasang di Pulau Liran saat ini belum cukup optimal menjangkau sebagian besar wilayah yang ada di Pulau tersebut. Ini disebabkan kondisi medan yang ada di pulau tersebut yang berbukit-bukit, sehingga jangkauan sinyal yang dihasilkan pun tak optimal.

"Jadi 3G hadir di Pulau Liran memang belum terjangkau semuanya. Artinya BTS yang kita pasang itu ketinggiannya kurang dan itu terhalang bukit. Sehingga tidak semua bisa tercover oleh sinyal tersebut," tutur dia.

"Dengan adanya posisi medan seperti itu, kita akan taruh BTS di posisi yang lebih tinggi lagi," pungkasnya.

Sebelumnya pada awal Agustus lalu, Telkomsel sudah mengoperasikan BTS pertama di pulau berpenduduk 1.118 jiwa itu. Pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi itu pun diharapkan mampu meningkatkan ketahanan nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Pasalnya, selama ini warga di Pulau Liran hanya bisa menikmati jaringan telekomunikasi Telkomsel dengan tarif roaming internasional atau bahkan menggunakan jaringan dari operator negara tetangga. Masyarakat pun kini bisa lebih hemat lantaran jaringan yang digunakannya tak lagi dipatok tarif roaming atau menggunakan operator negara tetangga yang notabene jauh lebih mahal. (eds/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed