Empat daerah tersebut yaitu Serang, Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Tangerang. Selain Banten, dua provinsi yang juga menjadi pengembangan daerah penyangga adalah Provinsi Lampung, dan Jawa Barat untuk daerah Subang, Karawang, Purwakarta, Cianjur dan Sukabumi.
"Semua itu diberi bantuan benih dan asintan (alat mesin pertanian) untuk mendorong produktivitas jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional juga beberapa pabrik pakan besar di Banten," kata Kepala Badan Litbang Kementan Muhammad Syakir di Jawilan, Serang, Banten, Rabu (27/9/2017).
Selain diberikan bantuan benih dan alat mesin pertanian, Kementan juga memberikan bantuan pembukaan pasar petani bagi indusrti. Perusahaan pakan yang membutuhkan jagung, BUMN Bulog, menurutnya siap membeli untuk membantu mensejahterakan petani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dilakukan demi petani. Penyetopan impor membangkitkan petani bertanam jagung lagi, petani harus senantiasa menanam," ujarnya.
Khusus untuk petani jagung di Kecamatan Jawilan, Serang, Kementan memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa 5 traktor, 61 roda dua, dan pompa dan bantuan benih. Pemberian bantuan ini karena pemerintah sudah masuk pada program modernisasi pertanian utnuk membangun produktivitas petani jagung.
Selain itu, melalui Dinas Pertanian dan pemerintah daerah, Kementan meminta agar membantu dalam memotong arus penjualan langsung kepada industri pakan ternah di Serang. Apalagi, ada industri pakan yang relatif besar berdiri di daerah industri Serang bagian timur.
"Pemda akan melakukan inovasi, BUMD akan bergabung memperlancar distribusi petani ke pabrik pakan," ujarnya.
Di samping memberikan bantuan benih dan alat mesin pertanian, sebelumnya juga Kementan melakukan taman benih dan panen jagung seluas 5 hektar di Jawilan Serang. Lokasi ini adalah sisa dari 120 hektar lahan yang sebelumnya dipanen oleh kelompok petani jagung setempat. (bri/ang)











































