Total Kredit Macet Mandiri Mencapai Rp 3,8 Triliun
Jumat, 20 Mei 2005 23:30 WIB
Jakarta - Dari 22 debitur bermasalah di Bank Mandiri, hanya 18 persen yang non performing loan. Total kredit macet Bank Mandiri per desember 2004 mencapai sebesar Rp 3,8 triliun."Sedangkan 82 persen dari 22 debitur tersebut masih termasuk golongan satu dan dua, jadi tidak bisa dikatakan kreditnya macet," kata Managing Director dan Corporate Secretary Bank Mandiri Nimrod Sitorus, dalam jumpa pers di kantor pusat Bank Mandiri, Jl. gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/5/2005).Kredit yang hapus buku dari awal berdiri Bank Mandiri totalnya Rp 21 triliun dan Rp 10 triliunnya sudah diajukan ke Dirjen Piutang dan Lelang Negara (DJPLN). Dari Rp 10 triliun itu kredit pokoknya Rp 6,7 triliun dan selebihnya adalah bunga."Dari kredit yang belum terbayar sebesar Rp 12 triliun, agunannnya sebesar Rp 35 triliun. ini sebenarnya sudah bisa mengcover," ungkapnya.Debitur Kredit macet diantaranya PT Siani Kertas, PT OSO Bali Cemerlang, PT Batasindo Tridansa dan PT Siak Jamrud Pusaka. Sedangkan untuk PT Lativi Media Karya, kreditnya sudah dibayar.Namun ketika ditanya sudah dibayar berapa, Nimrod enggan untuk memberitahukan ke publik. "Kalau sudah saatnya tiba nanti akan saya beritahukan kepada pers, tapi tidak sekarang," katanya.Sementara itu wakil dirut Bank Mandiri I Wayan Agus Mertayasa mengatakan, recovery rate dari total kredit macet ada 24 persen. Dan untuk hapus buku pada tahun 2004 ada Rp 1,7 triliun.
(fab/)











































