Hal tersebut diungkapkannya pada saat membuka sekaligus meresmikan acara Indonesia Digital Byte (IDByte) 2017 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (28/9/2017).
"Saya ingin memulai kalau sekarang kita hidup di era keterbukaan, dan dalam era persaingan, dengan telekomunikasi dengan perkembangan konektivitas, seperti tiket murah, orang bisa dengan mudah dan bisa ke mana-mana," kata Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapatkan laporan di Tiongkok dan bahkan di India sekarang beli gorengan saja pakai aplikasi apapun," tambah dia.
Menurut Jokowi, digital ekonomi yang terkoneksi dengan internet lebih memudahkan sebuah perusahaan memberikan pelayanan bahkan dikenal banyak kalangan.
"Artinya sebuah perusahaan yang terkoneksi internet dia muncul di seluruh dunia, dan perusahaan yang sukses internet bisa berkembang cepat sekali, bisa menjadi raksasa dengan cepat," jelas dia.
Lanjut Jokowi, dari 13 perusahaan yang nilai usahanya besar di dunia sekitar delapan perusahaan merupakan berbasis teknologi, seperti Facebook, Twitter, Amazon, Alibaba, Apple dan lainnya.
"Kalau kita mau sejahtera kita harus menyambut perkembangan ini, tidak ada pilihan, perkembangan seperti ini tidak bisa dibendung, tidak bisa ditolak, kalau kita menutup diri terhadap inovasi seperti ini, kita akan kehilangan daya saing, justru kita harus manfaatkan inovasi," tukas dia. (ang/ang)










































