Bedah Daya Saing RI yang Masih Kalah dengan Singapura dan Malaysia

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Minggu, 01 Okt 2017 09:47 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Peringkat daya saing Indonesia naik ke posisi 36 menurut laporan World Economic Forum (WEF) dari sebelumnya berada di posisi ke 41. Peringkat daya saing ini dipengaruhi oleh peran kementerian dan lembaga, kebijakan, dan beberapa faktor lainnya yang mencerminkan faktor produktivitas.

Daya saing Indonesia yang saat ini berada di posisi 36 mengalami kenaikan sebanyak 5 level dari sebelumnya berada di posisi ke 41. Namun, capaian daya saing ini masih kalah jauh dibandingkan Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada di posisi 3 dan 23. Total negara yang masuk daftar, yaitu 137 negara.

Berdasarkan data WEF yang dikutip detikFinance, Minggu (1/10/2017), beberapa indikator dasar yang menjadi penilaian daya saing oleh WEF, antara lain peran kementerian dan lembaga (institutions) yang menempati posisi 47.

Kemudian yang menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur yang menempati posisi 52, sedangkan kebijakan ekonomi makro (macroeconomics) berada di level 26. Selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah kesehatan dan pendidikan dasar yang masih tertinggal di posisi 94.

Indikator selanjutnya yang menjadi penilaian daya saing Indonesia di mata dunia, antara lain pendidikan tinggi dan pelatihan yang berada di level 64. Keadaan pasar dan kondisi buruh juga tercatat berada di level 43 dan 96.

Selanjutnya, pengembangan pasar keuangan di Indonesia juga tercatat berada di level 37, kesiapan teknologi di level 80, dan kapasitas pasar berada di level 9.

Kondisi bisnis juga menjadi salah satu poin penting dalam peningkatan daya saing Indonesia. Kondisi bisnis merupakan faktor kunci yang mampu mendorong ekonomi dan mempengaruhi kualitas bisnis sebuah negara yang menempati posisi 32. Indikator terakhir yang menjadi poin penilaian adalah inovasi yang duduk di posisi 31. (ara/mkj)