Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi

Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 02 Okt 2017 11:50 WIB
Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) tengah mempercepat pembangunan jalan paralel perbatasan, salah satunya di Kalimantan Utara.

Di provinsi tersebut, jalan paralel yang dibangun menghubungkan Malinau dengan Long Boh yang total panjangnya mencapai 603,91 km.

Adapun jalan paralel perbatasan yang tengah dibangun di Kalimantan Utara meliputi, Malinau-Langap 57,72 km, Langap-Long Kemuat 93,45 km, Long Kemuat-Long Pujungan 66,30 km, Long Pujungan-Long Nawang 221,63 km, Long Nawang-Long Metulang 48 km dan Long Metulang-Long Boh 116,80 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 600 km itu (total panjang jalan paralel perbatasan di Kaltara), 200 km itu yang belum tembus. Target 200 yang belum tembus itu 2019 tembus," sebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ditemui di lokasi Proyek, Minggu (1/10/2017).

Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi.Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi. Foto: Dana Aditiasari

detikFinance sendiri sempat memantau langsung lokasi proyek yang tengah dikerjakan. Medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja. Apa lagi lokasinya yang membelah hutan, memberi ancaman bagi para pekerja berupa serangan hewan buas.

Hujan yang sempat mengguyur Kalimantan Utara di pagi hari, membuat jalan yang sebagian besar masih berupa perkerasan batu dan pasir ini menjadi sangat licin. Apa lagi, di beberapa bagian permukaan jalannya masih berupa tanah merah yang bila terkena hujan langsung berubah menjadi kubangan berlumpur yang licin dilewati.

Di beberapa titik, kami juga harus berkali-kali menahan napas karena melewati jembatan-jembatan yang hanya bisa dilintasi satu mobil saja.

Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi.Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi. Foto: Dana Aditiasari

Tak hanya sampai di situ, tantangan yang dihadapi juga datang dari permukaan jalan yang membentuk tanjakan dan turunan tajam. Menjadi kombinasi jalan menantang yang menuntut keterampilan mengemudi yang andal dan ketangguhan kendaraan yang ditmpangi.

Beratnya medan membuat sejumlah kendaraan, gagal melanjutkan perjalanan.

Untuk itu, lanjut Basuki, saat ini, pada bagian jalan yang sudah terbuka tengah dilakukan pekerjaan perbaikan geometri. Yakni berupa rekayasa permukaan jalan agar lebih landai. Tanjakan dan turunan yang ada tidak terlalu curam agar nantinya jalan tersebut bisa lebih nyaman dilalui.

Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi.Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi. Foto: Dana Aditiasari


Adapun untuk mengerjakan 200 km jalan yang belum tembus, saat ini Kementerian PUPR tengah menunggu hasil survei Lidar.

"Lidar adalah software untuk melacak lokasi-lokasi terbaik untuk dibangun jalan berdasarkan topografi. Jadi kita dapat trase jalan yang tidak terlalu curam tanjakan dan turunannya," sebut dia.

Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi.Menyusuri Jalan Paralel Perbatasan yang Tengah Dikebut Jokowi. Foto: Dana Aditiasari


Baru setelah hasil survei Lidar keluar, tim Kementerian PUPR dibantu Zeni TNI, akan melakukan pembukaan hutan pada trase yang telah ditetapkan.

"Saat ini sedang dikerjakan dibantu Zeni. Jadi kalau membuka jalan itu pasti dibantu zeni. Di belakangnya, kami melakukan perbaikan grade dan melakukan perkerasan jalan," tandas dia. (dna/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads