Jokowi Ingin Dana Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran Ditambah

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 02 Okt 2017 15:05 WIB
Foto: Dok. Biro Pers Kepresidenan
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh menteri kabinet kerja untuk lebih memfokuskan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2018 untuk mengentaskan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017).

"Saya minta APBN di 2018 ini lebih difokuskan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan yang pertama kemiskinan, kedua pengangguran, dan yang ketiga ketimpangan," kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, anggaran belanja pemerintah yang dialokasikan untuk mengentaskan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ini perlu diperhatikan lebih dalam lagi, sehingga memberikan hasil yang efisien.

"Anggaran yang berkaitan dengan ini agar betul-betul diperhatikan dan ditambah," ungkap dia.

Untuk pengangguran, Mantan Wali Kota Solo ini meminta para pejabat kabinet kerja lebih mendukung investasi yang mampu mengentaskan kemiskinan.

"Berkaitan dengan ketimpangan. Saya kira mulai Oktober ini akan dimulai masalah hutan sosial, bank wakaf mikro, arahnya harus ke arah-arah itu," pungkasnya.

Jokowi Ingin Dana Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran DitambahFoto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi
(mkj/mkj)