Hal ini disampaikan Rosan dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kadin di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/9/2017). Acara Rakornas Kadin ini ditutup Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Rosan mengatakan, usulan penjualan aset infrastruktur produktif tersebut sebagai langkah lanjutan program sekuritisasi aset BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jual aset-aset BUMN, terutama infrastruktur yang sudah jadi. Buat apa BUMN pegangin aset, suruh jual, jual untung, (jual) aset yang sudah jadi, seperti jalan tol," ucap Rosan.
Menurutnya, banyak pengusaha nasional yang melirik penjualan aset BUMN tersebut. Apalagi beberapa aset infrastruktur tersebut sudah terbukti memiliki risiko yang rendah.
"Saya bisa yakinkan pengusaha nasional mampu. Risiko jelas sudah terukur. Yakni saya pengusaha nasional bisa berpartisipasi, enggak perlu asing untuk memiliki aset-aset kita," tutur Rosan.
Selain itu, Rosan juga meminta agar pengusaha diberikan porsi menggarap proyek infrastruktur, jangan didominasi BUMN saja. Menurut Rosan, pekerjaan-pekerjaan digarap BUMN dan anak usahanya, termasuk pekerjaan-pekerjaan kecil sub kontraktor yang seharusnya menjadi jatah pengusaha swasta dan UKM.
"Mohon maaf, BUMN ambil banyak porsi swasta dan UMKM. Karena kita tahu, BUMN (pekerjaan) ketering sama pakaian dibikin sama cicit (perusahaan) mereka. Ini kan jatah UMKM," ujar Rosan. (idr/hns)











































