Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, prediksi Bank Dunia mempertimbangkan pengurangan subsidi yang dialihkan ke sektor lain. Apabila tidak dilakukan maka anggaran tersebut tidak memberikan dampak signifikan yang memacu pertumbuhan ekonomi.
"Itu kan cara pandang World Bank, dia selalu pandangannya, udahlah kurangi subsidi supaya bisa dipakai yang lain. Kalau enggak jadi dikurangin subsidinya pertumbuhan ekonominya jadi rendah," kata Darmin usai penutupan Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin menilai target pertumbuhan ekonomi di level 5,2% masih sangat bisa dicapai di tahun ini. Hal ini melihat masih banyaknya potensi investasi dari dalam dan luar negeri dan potensi ekspor.
"Subsidi bukan jadi satu satunya penentu. Masih ada urusan investasi, ekspor, kalau saya tidak buru buru sepakat sama World Bank. Kita masih bisa mencapai hal tersebut jika kita bisa kembangkan investasi baik dari luar maupun dari dalam. Kita juga bisa mendorong ekspor," ujar Darmin.
Selain itu, meski pertumbuhan konsumsi sedikit lebih rendah di bawah 5%, Darmin meyakini masih bisa membaik hingga akhir tahun. Terutama jika investasi terus digenjot.
"Ada online tapi gabungannya totalnya, tidak banyak berubah. Tidak ada penurunan, yang tadinya 5% sekarang 4,94% ada penurunan tapi sedikit. Artinya, perubahan perubahan sedikit gitu bisa berbalik lagi apabila kita investasi membaik, ekspor membaik," tutur Darmin.
"Kalau untuk 5,2% konsumsi enggak banyak berubah, paling 4,95%. Kita akan fokus kepada investasi. Kedua, ekspor, baru deh pengeluaran pemerintah," tutup Darmin. (ara/mkj)










































