Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, berujar menurunnya pasokan beras medium terjadi karena saat ini tengah memasuki masa panen gadu. Hal ini berimbas pada kualitas beras yang dipanen yang lebih bagus, sehingga banyak dari gabah tersebut digiling jadi beras premium.
"Ini kan lagi panen gadu. Makanya kualitas berasnya bagus, sementara harga premium tinggi. Maka karena berasnya bagus, ada kesempatan ya diolah jadi beras premium, agar harganya premium," kata Agung ditemui di PIBC, Rabu (4/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harganya gabah sekarang Rp 4.600/kg. Kalau bisa dapat lebih tinggi, diproses jadi premium. Kenapa? Karena ada hubungannya dengan broken rendah," terang Agung.
Kementan mengklaim beras medium masih cukup banyak tersedia di pasaran.Saat ini saja, pihaknya lewat Toko Tani Indonesia bisa menjual beras medium dengan harga Rp 8.000/kg.
"Ada beras murah yang harganya Rp 8.000/kg. Khusus, ini kita tunjukkan hari ini kita bisa jual beras dengan harga murah dan berkualitas," kata Agung ditemui di PIBC.
Agung mengklaim, harga beras medium yang dijualnya tersebut bisa lebih murah dari harga beras medium di PIBC, lantaran membelinya langsung dari kelompok tani dan langsung dilempar ke konsumen akhir.
"Kenapa bisa murah? Kami kerjasama dengan Gapoktan, beli langsung. Maka ada pemotongan rantai pasok, kita kemas langsung, harganya Rp 8.000/kg. Enggak usah ditanya untung berapa, ada selisih," ungkap Agung. (idr/hns)











































