Follow detikFinance
Rabu 04 Oct 2017, 14:35 WIB

Sri Mulyani Siapkan Rp 25 T untuk Amankan Pilkada dan Pemilu 2019

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani Siapkan Rp 25 T untuk Amankan Pilkada dan Pemilu 2019 Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dalam pembahasan postur sementara RAPBN Tahun Anggaran 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan adanya kenaikan anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 25,5 triliun.

Postur sementara RAPBN 2018 menetapkan belanja negara menjadi Rp 2.220,7 triliun dengan komposisi belanja K/L menjadi Rp 839,6 triliun dari pagu sebesar Rp 814,1 triliun.

"Ini untuk K/L yang akan dibahas di dalam panja belanja negara, ini untuk K/L yang melakukan fungsi dalam rangka untuk mengamankan siklus politik, pilkada, dan pemilihan umum, dan menunjang kegiatan yang besar," kata Sri Mulyani di Ruang Rapat Banggar DPR, Jakarta, Rabu (4/10/2017)

Penambahan anggaran K/L ini tentunya akan ditujukan kepada Kepolisian Republik Indonesia, TNI, Kejaksaan, hingga Kementerian Hukum dan Ham. Menurut Sri Mulyani, ada beberapa pertimbangan untuk meningkatkan anggaran K/L di 2018.

"Pertama selama ini anggarannya kemarin di APBN Polri itu sebetulnya menurun cukup besar dibanding tahun 2017 ini, memang waktu itu kita ajukan postur dan dari Pak Kapolri menyampaikan dana untuk operasionalnya dalam rangka mengamankan tahun pemilu itu malah justru terjadi penurunan, kalau dilihat postur di RAPBN tahun ini dibanding dengan nota keuangan memang terjadi penurunan jadi sebenarnya ini mengembalikan lagi ke level yang hampir sama," kata Sri Mulyani.


Sedangkan untuk TNI, kata Sri Mulyani, pihak Kementerian Keuangan masih menunggu ajuan anggaran yang dibutuhkan, terutama untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Untuk Kejaksaan, kata Sri Mulyani membutuhkan dukungan beberapa gedung dan sistem informasi yang dirasakan perlu ditingkatkan, sementara untuk Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai bentuk penyesuaian perubahan geopolitik dan teknologi informasi.

Meski demikian, Sri Mulyani masih enggan menyebutkan secara rinci tambahan-tambahan per K/L yang akan didapat pada 2018.

"Nanti sebetulnya itu paketnya belum final jadi kami untuk belanja ini nanti serahkan ke pembahasan panja belanja presiden dan wapres minta supaya ruang itu tetap di prioritaskan untuk mendukung prioritas terutama menyelesaikan proyek-proyek nasional infrastruktur yang sangat penting jadi akan kita cek ke Menteri PU, nanti kita lihat di pagu anggarannya," tukas dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed