Follow detikFinance
Rabu 04 Oct 2017, 16:31 WIB

Jokowi Kritik Anak dan Cucu BUMN Ada 800, Ini Respons Kantor Rini

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jokowi Kritik Anak dan Cucu BUMN Ada 800, Ini Respons Kantor Rini Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik BUMN memiliki anak dan cucu usaha yang total jumlahnya mencapai 800 perusahaan. Jokowi meminta sebaiknya anak dan cucu usaha itu dimerger agar BUMN lebih efisien.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2017, Selasa (3/10/2017). Jokowi menyampaikan hal ini merespons keluhan pengusaha yang menyebut proyek infrastruktur dikuasai BUMN hingga anak dan cucu usahanya

Lantas, apa tanggapan Kementerian BUMN yang dipimpin Rini Soemarno tersebut?


"Ya kita ini kan Kementerian BUMN jadi kebijakan pemerintah seperti apa kita in line," ucap Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro di sela-sela acara PTPP Digital Construction Day International Conference 2017 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Aloysius mengatakan, pihak Kementerian BUMN akan mengkaji terlebih dulu jumlah anak dan cucu usaha yang mencapai 800 itu, termasuk mengecek keluhan para pengusaha.

"Tapi konteks seperti apa kita klarifikasi dulu sampai di mananya, minggu depan kita lihat konglomerasi BUMN dari hulu ke hilir apa benar kita ambil pasar swasta," kata Aloysius.


Sebelumnya, Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani mengatakan banyak proyek infrastruktur dikuasai BUMN. Bahkan, pengerjaannya digarap mulai dari anak hingga cucu usaha BUMN.

"Kami melihat bahwa pada saat ini, kami merasakan peran BUMN telah terlalu jauh. BUMN jumlahnya ada 118, tapi dengan anak-anak, cucu-cucu, sama cicitnya hampir 800 perusahaan," ucap Rosan saat penutupan Rakornas KADIN Selasa (3/10/2017). (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed