Presiden OPEC: Harga Minyak yang Aman US$ 30-50 per Barel

Presiden OPEC: Harga Minyak yang Aman US$ 30-50 per Barel

- detikFinance
Senin, 23 Mei 2005 11:08 WIB
Jakarta - Presiden OPEC Sheikh Ahmad al-Fahd al-Sabah mengatakan, harga minyak yang aman baik untuk negara produsen maupun konsumen minyak adalah di kisaran US$ 30-50 per barel. Penambahan produksi minyak dari Irak dan investasi baru di negara-negara OPEC serta negara produsen lainnya sehingga meningkatkan kapasitas produksi, dapat membantu mengurangi kekhawatiran pasar dunia akan suplai minyak.Sheikh Ahmad mengatakan hal itu dalam wawancara dengan TV Al Arabiya, Minggu (22/5/2005) seperti dilansir Reuters.Saat ditanya mengenai lonjakan harga minyak hingga di atas US$ 50 per barel, ia mengatakan bahwa merupakan kepentingan negara konsumen dan produsen utuk mencari harga minyak yang stabil bagi semua pihak. "Saya kira sekarang akan ada titik tengah di mana beberapa anggota OPEC dan negara produsen membicarakannya, yakni di kisaran US4 30-50 per barel," ujar Sheikh Ahmad yang juga menteri perminyakan Kuwait ini. Produksi OPEC saat ini sebenarnya sudah mencapai 1 juta barel per hari (bph) lebih tinggi dari target sebesar 27,5 juta bph. Selain itu produksi juga ditambah dari Irak sebesar 2 juta bph, yang tidak masuk dalam kuota OPEC. Sheikh Ahmad mengatakan, volume produksi yang lebih tinggi dari kuota ini akan mampu menurunkan harga minyak hingga ke level US$ 40-45 per barel. Harga minyak akhir-akhir ini cenderung turun. Pada akhir pekan lalu tercatat sudah bertengger di level US% 47 per barel, dibandingkan level US$ 59,28 pada bulan lalu. Penurunan harga terutama berkaitan dengan meningkatnya cadangan minyak AS hingga ke level tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Sheikh Ahmad menambahkan, berdasarkan gambaran terakhir, Irak memiliki kapasitas produksi hingga US$ 1 juta barel per hari di atas rata-rata ketika mulai berproduksi pada tahun ini sebesar 2 juta bph. Irak juga diyakini dapat mencapai total produksi hingga 4-5 juta bph di masa depan jika investasi sektor hulu digalakkan. "Jadi Irak merupakan pemasok yang baik ke pasar dalam beberapa periode ke depan," ujarnya.Sementara permintaan global akan minyak mencapai rata-rata 81 juta bph pada tahun ini, dimana pada kuartal ketiga mencapai 83,5 juta bph dan meningkat pada kuartal keempat 2005 menjadi 85,5 juta bph."Hal ini menciptakan kekhawatiran di pasar tentang bagaimana negara produsen dapat melanjutkan suplai. Saya kira, stabilitas Irak akan menjadi landasan yang kuat untuk mengurangi kekhwatiran itu. Investasi di negara OPEC mengambil bagian penting dan juga investasi di Rusia serta negara lain di lur OPEC akan membantu untuk mencapai stabilitas," ujar Sheikh Ahmad. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads