Demikianlah analisa Kepala Ekonom PT Bank BTN (Persero) Tbk, Winang Budoyo dalam riset yang dikutip detikFinance, Kamis (5/10/2017).
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi sebesar 0,13% di September 2017. Pendorong inflasi terbesar adalah pendidikan dan rekreasi. Sementara bahan makanan malah deflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi tahunan mencapai 3,72% yoy. Ini merupakan penurunan lanjutan dari inflasi tahunan setelah mencapai titik tertingginya sepanjang 2017 sebesar 4,37% yoy di Juni 2017 akibat kenaikan harga sepanjang hari raya keagamaan.
Inflasi inti relatif stabil pada level terendahnya sejak Desember 2015 dan bertahan pada level 3,00% yoy pada bulan September 2017. Dapat dikatakan bahwa daya beli masyarakat (real demand) baru sedikit rebound setelah mencapai level terendahnya di 2,98% yoy pada bulan Agustus 2017.
Diketahui kenaikan harga sub sektor peralatan rumah tangga terus mengalami penurunan sampai ke level 1,8% yoy di bulan September 2017. Hal yang sama juga terjadi pada sub sektor Rekreasi yang mengalami penurunan harga dari 4,0% yoy di awal 2015 dan turun menjadi 0,4% yoy di akhir 2016.
Namun memasuki tahun 2017, kenaikan harganya berbalik dan terus meningkat menjadi 1,4% yoy di bulan September 2017.
Sehingga dapat disimpulkan, di tengah turunnya pendapatan riilnya, masyarakat mempertahankan konsumsi Bahan Makanan dan rekreasi, dengan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting seperti peralatan rumah tangga.
"Ini sedikit banyak mengkorfirmasi dikuranginya konsumsi masyarakat untuk keperluan yang tidak dianggap terlalu penting di tengah turunnya pendapatan riil mereka," tulis Winang dalam risetnya. (mkj/dna)











































