Dibanding Bangun Tol, Lebih Baik Jakarta Perbanyak Angkutan Massal

Dibanding Bangun Tol, Lebih Baik Jakarta Perbanyak Angkutan Massal

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 05 Okt 2017 18:29 WIB
Dibanding Bangun Tol, Lebih Baik Jakarta Perbanyak Angkutan Massal
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Proyek 6 ruas jalan tol dalam kota yang saat ini tengah dibangun diproyeksi akan mengurai kemacetan di Jakarta. 6 ruas tol dalam kota ini nantinya juga akan terintegrasi dengan sistem jaringan angkutan umum lainnya seperti kereta api dan Busway sehingga dapat mendorong penggunaan angkutan umum dan mengurangi kemacetan pada jalur yang telah ada.

Namun demikian, membangun jalan tol baru ternyata dirasa tak bakal ampuh mengurai kemacetan yang ada. Demikian diungkapkan oleh pengamat transportasi, Darmaningtyas saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

"Dulu saat itu dirancang kan belum ada MRT, LRT dibangun. Sekarang kan sudah dibangun moda-moda transportasi itu. Jadi untuk apa lagi sekarang dibangun 6 ruas tol itu," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tunjukkan saja tol di Jakarta yang enggak macet. Itu sesuatu yang kita bisa lihat di lapangan. Bahkan jalan layang non tol juga kan dibikin melayang ternyata enggak atasi kemacetan juga," tambahnya.

Dengan jumlah penduduk dan lalu lintas yang semakin meningkat di Jakarta, menurutnya hal yang paling ampuh adalah menyediakan angkutan transportasi massal. Memfasilitasi pergerakan manusia tidak harus dengan mobil tapi dengan angkutan umum, sepeda, atau jalan kaki.

Pembangunan jalan baru justru dirasa akan menambah kemacetan lantaran mendorong minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kemacetan pun akan terjadi kembali.

"Itu teori lama yang sudah ditinggalkan, melihat kemacetan dengan teori perbandingan ruas jalan. Sekarang itu terorinya memperbanyak angkutan transportasi massal. Seperti jalur MRT, LRT, Busway," tandasnya. (eds/dna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads