Namun demikian, membangun jalan tol baru ternyata dirasa tak bakal ampuh mengurai kemacetan yang ada. Demikian diungkapkan oleh pengamat transportasi, Darmaningtyas saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/10/2017).
"Dulu saat itu dirancang kan belum ada MRT, LRT dibangun. Sekarang kan sudah dibangun moda-moda transportasi itu. Jadi untuk apa lagi sekarang dibangun 6 ruas tol itu," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan jumlah penduduk dan lalu lintas yang semakin meningkat di Jakarta, menurutnya hal yang paling ampuh adalah menyediakan angkutan transportasi massal. Memfasilitasi pergerakan manusia tidak harus dengan mobil tapi dengan angkutan umum, sepeda, atau jalan kaki.
Pembangunan jalan baru justru dirasa akan menambah kemacetan lantaran mendorong minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kemacetan pun akan terjadi kembali.
"Itu teori lama yang sudah ditinggalkan, melihat kemacetan dengan teori perbandingan ruas jalan. Sekarang itu terorinya memperbanyak angkutan transportasi massal. Seperti jalur MRT, LRT, Busway," tandasnya. (eds/dna)










































