Founder and Chairman CT Corp ini menularkan 'virus' sukses dengan mendorong mahasiswa menjadi pengusaha.
"Saya coba sharing tentang bagaimana menjawab tantangan masa depan dengan inovasi," kata Chairul Tanjung dalam membuka kuliah pakar yang diselenggarakan di Kampus B UNUSA, Kamis (5/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selama ini kalah bersaing karena kualitas SDM kita rendah. Adik-adik bersyukur bisa kuliah, syukuri itu sebagai nikmat luar biasa," ujar Chairul.
CT di acara kuliah pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Foto: Zaenal Effendi/detikcom |
Dalam motivasinya, ia mencontohkan alasan membuat Trans Studio, taman wisata indoor. "Alasannya, karena orang Indonesia takut hitam. Makanya produk pemutih laris manis dan tidak ada orang Indonesia yang berani berjemur dibandingkan negara maju yang masyarakatnya sudah makmur," tambah pria yang akrab disapa CT ini dengan nada bercanda.
Oleh karena itu, Chairul Tanjung mendesak para mahasiswa untuk menjadi pemenang.
"Menang dalam kompetisi harus kreatif, inovatif dan enterpreneur," tegas CT.
CT di acara kuliah pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Foto: Zaenal Effendi/detikcom |
Ia juga berpesan kepada Rektor UNUSA Achmad Yazidie dan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam M Nuh agar memasukkan kurikulum perkuliahan enterpreneur karena sangat penting. "Salah satu indikasi negara maju adalah banyaknya enterpreneur sebuah negara. Saat ini kita baru mempunya 1,4 persen dari jumlah penduduk, padahal minimal negara memounyai 2,5 persen enterpreneur," terang CT.
Rektor UNUSA, Achmad Yazidie, menambahkan alasan menghadirkan Chairul Tanjung sebagai motivator dalam kuliah pakar UNUSA karena banyaknya pengalaman hidup yang bisa dibagikan dan menjadi motivasi bagi mahasiswa.
"Kami undang beliau agar bisa berbagi pengalaman bisnis dan hidupnya serta visi UNUSA selain mencetak mahasiswa yang unggul tetapi juga memiliki jiwa enterpreneur," tutur Achmad. (ze/)












































CT di acara kuliah pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Foto: Zaenal Effendi/detikcom
CT di acara kuliah pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Foto: Zaenal Effendi/detikcom