Follow detikFinance
Kamis 05 Oct 2017, 22:24 WIB

Cerita Rini, BUMN Ambil Alih Proyek Tol Mangkrak

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Cerita Rini, BUMN Ambil Alih Proyek Tol Mangkrak Foto: Pool/Dok. KCJ
Jakarta - Menteri BUMN, Rini Soemarno, bercerita bagaimana proyek-proyek jalan tol di Indonesia yang sempat mangkrak pada akhirnya bisa berjalan setelah diambil alih BUMN. Proyek ini mandek lantaran adanya kendala pembebasan lahan yang tak bisa diselesaikan oleh pihak swasta.

"Tahun 1996, izin-izin bangun jalan tol Trans Jawa banyak oleh swasta, tapi enggak pernah nyambung. Kemudian akhirnya dianalisa oleh teman-teman di BUMN Karya," katanya, dalam acara ngobrol santai di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

"Datang pertama, Pak Choliq (Dirut Waskita Karya), salah satu bisa dilakukan beli kembali izin-izin yang dipegang swasta-swasta. Beli izin (konsesi) mereka, karena mereka juga tidak mau membangun karena lahan banyak belum bebas juga. Ada juga yang sebagian berpartner dengan kita," imbuhnya.

Termasuk pembangunan Tol Trans Sumatera yang katanya sudah ditender tiga kali, tapi tak kunjung diambil.

"Sampai 2015, dianggap IRR enggak cukup. BUMN akhirnya dapat penugasan utama kepada Hutama Karya didukung karya-karya lain. Insya Allah, Bakauheni-Palembang, Agustus 2018 bisa dilalui," tutur dia.

Sejak saat itu, proyek-proyek jalan tol pun akhirnya banyak didominasi oleh BUMN. Hingga saat ini pembangunan jalan tol masif dilakukan. Rini optmistis, jalan tol Trans Jawa bisa tersambung dari Merak hingga Probolinggo pada akhir 2018.

"Di 2018 akan tersambung semua Trans Jawa, tersambung Merak sampai Probolinggo. Janji, akhir tahun saya bakal nyupir sendiri dari ujung ke ujung," ujarnya.

Tersambungnya tol-tol yang sudah dirancang, diyakini akan memperlancar lalu lintas di daerah yang telah berkembang, meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa, hingga meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan guna menunjang pertumbuhan ekonomi.

"Ini semua tujuannya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pertumbuhan pemerataan. Jadi harus didorong, enggak hanya konsen di Jawa, tapi juga bisa di Sumatera, bisa di Sulawesi, bisa di Kalimantan," pungkasnya. (eds/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed