CPNS Tak Lolos Seleksi Bisa Lanjut Tes, Ini Penjelasan BKN

Fadhly F Rachman - detikFinance
Jumat, 06 Okt 2017 18:54 WIB
Foto: Andhika Akbaransyah
Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengungkapkan, ada perubahan pada sistem kelulusan seleksi kemampuan dasar (SKD) CPNS pada instansi Kementerian Hukum dan Ham untuk posisi penjaga lapas dan penjaga pos perbatasan.

Peserta yang tak memenuhi passing grade bakal punya kesempatan untuk lanjut pada tahap tes selanjutnya.


Apa alasannya?

Bima mengatakan, tingkat kelulusan pada formasi untuk lulusan D3 dan SMA itu sangat rendah. Yakni hanya berkisar 7,16% dari total peserta tes pada formasi tersebut.

"Ini hasil dari tes SKD dari Kemenkumham ternyata hasilnya Jauh di bawah harapan. Jadi katakanlah untuk SMA dan D3 saja yang lulus dari seluruh peserta hanya belum mencapai 8% dan 8% ini kan jumlah yang sangat kecil sedangkan formasi yang dibutuhkan banyak," jelasnya di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Jumat, (6/10/2017).

Dia menjelaskan, bila hanya mengambil dari jumlah yang lolos passing grade tersebut, maka akan sedikit sekali yang lolos. Sedangkan peserta masih harus mengikuti tahapan tes lainnya.

"Karena kalau hanya mengandalkan 7,16%, 7,16% saja yang diambil maka akan sedikit nanti, sedangkan formasi di banyak Lapas di Indonesia dan kantor untuk daerah perbatasan sangat banyak dibutuhkan," katanya.

Padahal, menurut Bima, jumlah formasi yang dibutuhkan untuk penjaga lapas dan pos perbatasan sangat tinggi dan mendesak. Oleh sebab itu, Kemenkumham meminta panitia seleksi dalam hal ini BKN untuk menyesuaikan hasil peserta.

"Kemudian disepakati bahwa pertama yang lulus SKD tetap masuk. Kekurangannya diambil dari peringkat tertinggi yang tidak lulus SKD jadi peringkatnya di ranking sampai jumlahnya mencapai 3 kali formasi. Jumlah tiga kali formasi itulah yang kemudan diikutkan untuk tes berikutnya seleksi kompetensi bidang (SKB)," jelasnya. (dna/dna)