Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Okt 2017 19:48 WIB

Kritik BUMN Kuasai Proyek, Pengusaha: Kita Mau Jadi Pemain Utama

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Pengusaha menganggap sebagian besar proyek infrastruktur dikerjakan oleh BUMN. Pihak swasta juga ingin menjadi pemain utama dalam menggarap proyek infrastruktur.

Selama ini, sebagian besar pihak swasta dilibatkan sebagai sub kontraktor atau mitra penyedia kelengkapan proyek infrastruktur.

"Kita mau dong jadi pemain utamanya. Memang untuk sub kontraktor banyak di daerah, tapi untuk main contractor banyak yang ingin berpartisipasi," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (6/10/2017).


Setidaknya, swasta diajak menjadi mitra kerja dalam membangun infrastruktur. Sehingga swasta mendapatkan manfaat dari pembangunan tersebut.

"Paling enggak bergandengan tangan. Saya enggak bilang semua diambil BUMN. Banyak juga yang bagus dengan swasta nasional," ujar Rosan.

Sebelumnya, menurut Rosan, banyak proyek infrastruktur digarap BUMN dan anak usahanya, termasuk pekerjaan-pekerjaan kecil sub kontraktor yang seharusnya menjadi jatah pengusaha swasta dan UKM.


"Mohon maaf, BUMN ambil banyak porsi swasta dan UMKM. Karena kita tahu, BUMN (pekerjaan) ketering sama pakaian dibikin sama cicit (perusahaan) mereka. Ini kan jatah UMKM," sebut Rosan dalam acara penutupan Rakornas Kadin, Selasa (3/10/2017), yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

"Di banyak kesempatan Pak Presiden, saya sampaikan, berikan kesempatan pertama pada pengusaha nasional, kalau enggak mampu baru BUMN," lanjut Rosan.

Dia menambahkan, sinergi dengan swasta salah satunya bisa dilakukan dengan bermitra dengan swasta dalam mengadakan kelengkapan pembangunan proyek infrastruktur.


Selain itu, Rosan juga menyoroti anak usaha BUMN yang jumlahnya mencapai ratusan. Anak usaha BUMN ini bergerak di sektor usaha yang jauh berbeda dari bisnis intinya, sehingga dianggap mengancam swasta dan UMKM.

"Mereka ada bikin anak usaha untuk bikin seragam. Catering juga ada tadinya dikerjakan swasta dengan saham 60% dan 40% sekarang diambil BUMN semua," tutur Rosan. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com