Rencana itu diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Menurutnya hal itu dilakukan dengan tujuan mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin di Ibu Kota Jawa Tengah.
"Pertimbangannya kalau NJOP nya kecil pasti rumahnya kecil, atau kalau tidak letaknya di pinggir kota atau tidak strategis yang notabene rumah seperti itu dimiliki oleh warga yang tidak mampu," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu, Jumat (6/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkecil Indeks Gini di Kota Semarang. Buat apa kotanya maju tetapi yang sejahtera itu-itu saja, dan yang miskin makin miskin. Untuk itu harus disiasati melalui strategi subsidi silang seperti ini agar seluruh pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat secara merata," terangnya.
Hendi juga menjelaskan pendapatan daerah kota Semarang melalui PBB meningkat drastis dari tahun kemarin. Tercatat pada tahun 2016 ditargetkan Rp 241,87 miliar dari PBB, sedangkan tahun 2017 ini target meningkat menjadi Rp 330 milyar. Sedangkan realisasinya, hingga Agustus 2017 sudah mencapai Rp 310 milyar.
"Kita harus berkomitmen ke depan pembangunan Kota Semarang akan lebih ngegas lagi dan membangun Kota Semarang lebih baik lagi," pungkasnya.
Untuk mengapresiasi para wajib pajak, dilakukan pengundian hadiah dan pemberian penghargaan kepada wajib pajak. Pengundian digelar di halaman Balai Kota Semarang dengan bermacam hadiah seperti motor, televisi, mesin cuci, dan grand prize rumah di BSB. (ega/hns)











































