Presiden akan Teken Negosiasi EPA di Jepang
Senin, 23 Mei 2005 23:57 WIB
Jakarta -
Dalam lawatannya ke Jepang pada 31 Mei-3 Juni 2005, Presiden SBY akan menandatangani persetujuan kedua negara untuk melanjutkan Economic Partnership Agreement (EPA) ke tahap negosiasi.Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat konferensi pers di Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (23/5/2005)."Saat ini joint study EPA sudah masuk tahap final dan polanya tidak beda dengan EPA lainnya, yakni membahas masalah perdagangan, barang, jasa,investasi, dan kompetisi policy," urai Mari.Menurutnya, yang penting dicatat EPA dengan free trade agreement lainnya adalah unsur capacity building dan technical cooperation."Melalui EPA kita diuntungkan dengan akses pasar ke Jepang, bahkan perdagangan secara menyeluruh, karena akan meningkatkan investasi," ujar Mari.Selain itu, lanjut dia, SBY di Jepang juga akan meresmikan Indonesia Handicraft Gallery 2005 di Harajuku Quest Hall, Tokyo pada 3 Juni 2005. Hal ini dilakukan sebagai bentuk promosi perdagangan, pariwisata dan investasi melalui diplomasi kebudayaan."Targetnya untuk memperbaiki image Indonesia bahwa Indonesia aman untuk investasi dan dikunjungi. Diharapkan investasi dari Jepang naik dua kali lipat dan minimal turis Jepang ke Indonesia sama seperti sebelum krisis," kata Mari.Dituturkan dia, promo tersebut terselenggara atas kerjasama antara Kadin Indonesia, Kedubes RI di Jepang, Departemen Perdagangan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Garuda Indonesia, Japan External Trade Organization (Jetro), dan Jakarta Japan Club (JJC).
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































