Follow detikFinance
Minggu 08 Oct 2017, 09:24 WIB

Kemenhub Bakal Kembangkan Kereta Listrik Sampai Surabaya

Muhammad Idris - detikFinance
Kemenhub Bakal Kembangkan Kereta Listrik Sampai Surabaya Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, meresmikan beroperasinya Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bekasi-Cikarang. Lintasan yang menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA) rencanya akan dilanjutkan hingga sampai Surabaya.

Menurut Budi, elektrifikasi jalur rel KA di Utara Jawa ini untuk mendukung program kereta semi cepat Jakarta Surabaya. Saat ini, kereta yang rencananya didanai Jepang ini masih dalam tahap kajian.

"Jadi ini (elektrifikasi sampai Cikarang) adalah milestone. Kita buat peradaban kereta api meningkat dengan elektrifikasi. Sedang kita pikirkan angkutan kereta Jakarta-Surabaya dengan format (listrik) yang sama akan dikembangkan waktu tempuh kereta (Jakarta-Surabaya) 5 jam," kata Budi ditemui saat menjajal KRL dari Cikarang ke Manggarai, Sabtu (7/10/2017).

Selain program elektrifikasi jalur KA sepanjang Jakarta-Surabaya, jalur tersebut juga dibuat double-double track (DDT) serta penghapusan lintasan sebidang, semuanya dilakukan untuk memuluskan rencana kereta semi cepat ke Surabaya.

"Apa yang akan dilakukan adalah elektrifikasi. Kedua adalah menghilangkan lintasan sebidang, baik di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Akan kita hilangkan. Kemudian mengurangi tekukan (lengkung) lintasan. Kita lagi lagi studi, Insya Allah akhir November selesai (kajian) elektrifikasi (rel) di Utara Jawa," jelas Budi.

Mengingat dana yang terbatas, pembangunan elektrifikasi jalur KA dilakukan bertahap dari saat ini sudah sampai Cikarang, hingga mentok di Surabaya.

"Dari Jakarta sampai Semarang baru 2020, kemudian dua tahun setelahnya Semarang ke Surabaya. Besok Senin (9/10/2017) rapat di Menko Maritim kumpulkan stake holder," pungkas mantan Dirut PT Angkasa Pura II ini.

Sekadar informasi, saat ini pemerintah sedang merencanakan proyek kereta Jakarta-Surabaya. Proyek tersebut dimaksudkan untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan di antara dua wilayah tersebut hanya menjadi 5 jam.

Hasil kajian sementara dari Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), diputuskan kereta semi cepat tersebut akan menggunakan tenaga listrik, sehingga diperlukan infrastruktur elektrifikasi. (idr/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed