Seksi 1 yang menyambungkan Antasari ke Brigif/Cinere sepanjang 5,8 km menjadi yang perdana bakal beroperasi dari ruas tol yang telah melakukan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sejak Mei 2006 ini.
Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, proyek jalan tol ini terus dikebut pekerjaannya. Para pekerja dan alat berat melakukan tugasnya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tol Desari Foto: Puti Aini Yasmin |
Ada yang melakukan pekerjaan pengecoran hingga alat berat yang sedang melakukan pemadatan jalan.
Salah satu petugas pelaksana pembangunan, Feri, menjelaskan, untuk bagian pekerjaan dari mulai Antasari hingga jalan Manadala, perkembangannya sudah mencapai 70%.
"Sekarang salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pemadatan tanah. Kita pakai geoframe. Kalau cuaca mendukung, palig pekerjaannya memakan waktu satu minggu," sebut dia ditemui di lokasi poryek, Minggu (8/10/2017).
Jika tak ada aral melintang, tol ini ditargetkan beroperasi pada penghujung tahun ini.
tol Desari Foto: Puti Aini Yasmin |
Sebagai informasi, kontraktor pelaksana pembangunan seksi I jalan tol ini adalah Kerja Sama Operasi (KSO) PT Waskita Karya, Hutama Karya dan PT PP yang bertanggung jawab membangun simpang susun penghubung jalan Tol Depok-Antasari dengan Tol Lingkar Luar Selatan di persimpangan depan sekolah High Scoop dengan surat perintah mulai kerja (SPMK) sejak Agustus 2016.
Namun sejak Februari 2017, konstruksi kemudian dilanjutkan oleh PT Girder Indonesia.
Pemilik konsesi dari ruas tol ini adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) sebesar 62,5%, kemudian PT Waskita Toll Road 25% dan PT Pembangunan Perumahan 12,5%. (dna/dna)












































tol Desari Foto: Puti Aini Yasmin
tol Desari Foto: Puti Aini Yasmin