Follow detikFinance
Selasa 10 Oct 2017, 19:38 WIB

Sukses Tol Laut, Ini Strategi Jokowi Selanjutnya

Danang Sugianto - detikFinance
Sukses Tol Laut, Ini Strategi Jokowi Selanjutnya Foto: Dok PT Pelni-Hasan Alhabshy
Jakarta - Program tol laut yang diinisiasi kan oleh Presiden Joko Widodo telah berhasil menurunkan disparitas harga di wilayah timur Indonesia. Kini pemerintah akan berupaya meningkatkan perdagangan barang dari wilayah timur ke barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan adanya program tol laut yang sudah berjalan sejak 2015 telah mampu menurunkan harga barang di wilayah timur hingga 25%. Itu karena adanya kemudahan dan peningkatan arus pengiriman barang ke wilayah timur.

"Tol laut itu untuk menyuplai disparitas di wilayah timur. Berkaitan dengan tol laut kita sudah bisa tekan harga 20-25%," tuturnya di The Hermitage Hotel, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Namun, kata Budi, tugas pemerintah belum selesai. Pemerintah saat ini berupaya untuk memicu adanya transaksi perdagangan dari wilayah timur. Sebab dia menilai ada potensi pengiriman balik barang dari wilayah timur.

"Tugas kita belum selesai, karena ada tugas lagi di wilayah timur dengan meningkatkan trade. Dengan adanya potensi arus kembali ke Surabaya maka mustinya ada satu trading. Kita lagi improve trading-trading di timur agar ini bukan hanya memberikan harga yang lebih murah saja," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data yang telah diolah dari Kementerian Perdagangan, sejumlah bahan pokok yang dibawa oleh tol laut ke beberapa daerah telah terjadi penurunan harga. Di Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur misalnya tercatat harga beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, tepung terigu dan triplek 3 mm terjadi penurunan dari bulan Agustus 2016 ke bulan Juni 2017.

Harga beras turun 17% dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 10.000/kg, harga gula pasir turun 17% dari Rp 18.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, harga minyak goreng kemasan turun 12% dari Rp 17.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, harga tepung terigu turun 20% dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, dan triplek 3 mm turun 4% dari Rp 55.000 menjadi Rp 53.000.

Penurunan harga juga terjadi di daerah Fak-Fak, pada komoditas beras dan gula pasir yang masing-masing turun 13% dan 16%. Di daerah Dobo, gula pasir dan tepung terigu masing-masing turun 19% dan 7%, dan di daerah Anambas, Kepulauan Riau, gula pasir dan beras masing-masing turun 14% dan 6%.

Harga semen juga tercatat turun di beberapa wilayah pegunungan di Papua. Di Wamena, harga semen yang semula Rp 500 ribu/sak saat ini sudah turun menjadi Rp 300 ribu/sak. Di Puncak Jaya, harga semen semula Rp 2,5 juta/sak kini menjadi Rp 1,8 juta/sak, di Jayapura turun dari Rp 95 ribu/sak menjadi Rp 85 ribu/sak dan di Nabire turun dari Rp 85 ribu/sak menjadi Rp 75 ribu/sak.

Dalam perjalanannya program tol laut yang dimulai sejak 2015 hingga tahun 2017 memiliki 13 rute. Rute-rute tersebut menyinggahi sebanyak 41 pelabuhan singgah di Indonesia, di mana 7 rute di antaranya ditugaskan ke Pelni dan 6 lainnya ke swasta. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed