Follow detikFinance
Jumat 13 Oct 2017, 11:30 WIB

Ini Progres Pembangunan Bandara Ahmad Yani dan Bandara Sudirman

Mega Putra Ratya - detikFinance
Ini Progres Pembangunan Bandara Ahmad Yani dan Bandara Sudirman Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek kesiapan mudik Lebaran di Bandara Ahmad Yani Semarang/Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang kini dalam proses pembangunan setelah 10 tahun nasibnya terkatung-katung. Pada 2018, Bandara Ahmad Yani akan menjadi bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia.

"Progresnya bagus, mudah-mudahan sesuai terget 2018 bisa diresmikan," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Kamis (12/10/2017).

Pengembangan Bandara Ahmad Yani mulai muncul sejak era Gubernur Jateng Mardiyanto pada 2003. Namun rencana ini menemui berbagai kendala.

Pada era Gubernur Bibit Waluyo, justru berkembang wacana pemindahan bandara ke Demak atau Kendal. Alasannya, kondisi ruang udara Kota Semarang sudah tidak memungkinkan karena banyaknya gedung bertingkat.

Ganjar yang menjabat gubernur sejak 2013 pun mewarisi masalah pelik ini. Berkat lobi tingkat tinggi, politikus PDIP itu berhasil mewujudkan groundbreaking pada Juni 2014.

Pembangunan direncanakan dalam dua tahap. PT Angkasa Pura mengucurkan dana hampir Rp 2 triliun untuk pembangunan tahap pertama. Bandara baru nanti akan meningkatkan kapasitas penumpang hingga tujuh juta penumpang per tahun, dari sebelumnya hanya 800 ribu.

Peningkatan kapasitas ini ditunjang dengan perluasan terminal dari semula 6.108 m2 menjadi 55.000 m2. Kapasitas apron pun meningkat dari semula enam parking menjadi 13 parking pesawat berbadan lebar.

"Bandara ini sangat artistik dengan konsep eco airport dan go green. Lampu jalan pakai solar cell, pengolahan airnya reserve osmosis dan me-recycle air tambak untuk operasional," papar Ganjar.

Sedangkan bandara kedua yang dibangun berkat lobi Ganjar adalah Bandara Jenderal Sudirman di Wirasaba, Purbalingga. Bandara ini merupakan pengembangan dari Lapangan Udara Wirasaba milik TNI Angkatan Udara.

Wacana ini sebenarnya telah mengemuka di era Gubernur Bibit Waluyo. Namun Kementerian Perhubungan menolak dengan alasan jaraknya terlalu dekat dengan Bandara Tunggul Wulung Cilacap.

Ganjar kemudian mengajak kepala daerah di lima kabupaten; Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, dan Kebumen untuk gotong royong mengegolkan rencana tersebut. Hingga awal Agustus 2017, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Bandara Jenderal Sudirman akan dibangun Oktober 2017.

"Targetnya akhir 2018 sudah beroperasi," tegas Budi Karya.

Pada tahap awal, Bandara Jenderal Sudirman ditargetkan memiliki panjang landasan 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Target akhir panjang landasan nantinya sepanjang 2.000 atau 2.400 meter. Selain itu, ada bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi yang cukup untuk menampung 500.000 orang per tahun.

Dana sebesar Rp 350 miliar akan digunakan untuk membangun landasan pacu, taxiway dan fasilitas lain. Nantinya, Bandara Jenderal Soedirman akan bisa menampung beragam maskapai komersial seperti Garuda, Lion dan maskapai nasional lainnya.

"Saya memang menargetkan pembangunan bandara baru untuk Ahmad Yani bisa terealisasi, juga Jenderal Sudirman untuk meningkatkan ekonomi bagian selatan," ujar Ganjar. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed