Rangkaian acara berlangsung sejak tanggal 10 hingga 15 Oktober 2017. Ada ribuan orang dari 189 negara hadir, mulai dari kalangan pemerintah, pengusaha, pakar ekonomi hingga media.
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengambil kesempatan untuk mempromosikan Indonesia. Apalagi Bali akan menjadi tuan rumah Annual Meeting 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance |
Ada dua stan terpisah, yaitu di kantor pusat IMF yang dipelopori oleh BI dan kantor pusat Bank Dunia dari pemerintah. Pantauan detikFinance, kedua stan tersebut selalu ramai diserbu oleh peserta pertemuan.
Stan BI menyediakan batik, kopi Lintong dan Toraja, lapis legit hingga sajian musik gamelan. Hampir setiap hari, stan tersebut tampak padat walaupun areanya cukup besar. Pihak BI pun tampak sibuk melayani setiap saat.
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance |
Tidak hanya itu, BI juga menyiapkan hiburan dengan penampilan tari tradisional Indonesia, di antaranya Bajidor Kahot dari Jawa Barat dan tari piring dari Sumatera Barat.
Sementara itu di stan pemerintah yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata, menyediakan ragam promosi paket wisata, minuman tradisional hingga layanan pijat gratis. Dari Kemenkeu memberikan hiburan melalui penampilan angklung dan sasando.
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance |
Di samping itu Chef Adzan dan Chef Ragil berhasil memanjakan lidah tamu. Saat makan siang, antrean panjang tampak di pojok kantin. Ada nasi kuning, satai, bakwan, gulai ayam, pergedel, tempe dan lainnya. (mkj/dna)












































Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance