Peserta Annual Meeting IMF-WB Serbu Batik, Kopi Hingga Satai

Laporan dari Washington

Peserta Annual Meeting IMF-WB Serbu Batik, Kopi Hingga Satai

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 15 Okt 2017 08:59 WIB
Peserta Annual Meeting IMF-WB Serbu Batik, Kopi Hingga Satai
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Washington - Batik, ragam makanan hingga kesenian asal Indonesia berhasil mengurangi ketegangan pagelaran Annual Meeting International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2017 di Washington. Jadi pertemuan tahunan ini tak hanya tentang seminar, debat dan tumpukan data-data.

Rangkaian acara berlangsung sejak tanggal 10 hingga 15 Oktober 2017. Ada ribuan orang dari 189 negara hadir, mulai dari kalangan pemerintah, pengusaha, pakar ekonomi hingga media.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengambil kesempatan untuk mempromosikan Indonesia. Apalagi Bali akan menjadi tuan rumah Annual Meeting 2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peserta Annual Meeting IMF-WB Serbu Batik, Kopi Hingga SateFoto: Maikel Jefriando-detikFinance

Ada dua stan terpisah, yaitu di kantor pusat IMF yang dipelopori oleh BI dan kantor pusat Bank Dunia dari pemerintah. Pantauan detikFinance, kedua stan tersebut selalu ramai diserbu oleh peserta pertemuan.

Stan BI menyediakan batik, kopi Lintong dan Toraja, lapis legit hingga sajian musik gamelan. Hampir setiap hari, stan tersebut tampak padat walaupun areanya cukup besar. Pihak BI pun tampak sibuk melayani setiap saat.

Peserta Annual Meeting IMF-WB Serbu Batik, Kopi Hingga SateFoto: Maikel Jefriando-detikFinance

Tidak hanya itu, BI juga menyiapkan hiburan dengan penampilan tari tradisional Indonesia, di antaranya Bajidor Kahot dari Jawa Barat dan tari piring dari Sumatera Barat.

Sementara itu di stan pemerintah yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata, menyediakan ragam promosi paket wisata, minuman tradisional hingga layanan pijat gratis. Dari Kemenkeu memberikan hiburan melalui penampilan angklung dan sasando.

Peserta Annual Meeting IMF-WB Serbu Batik, Kopi Hingga SateFoto: Maikel Jefriando-detikFinance

Di samping itu Chef Adzan dan Chef Ragil berhasil memanjakan lidah tamu. Saat makan siang, antrean panjang tampak di pojok kantin. Ada nasi kuning, satai, bakwan, gulai ayam, pergedel, tempe dan lainnya. (mkj/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads