Impor RI Turun di September, Jadi US$ 12,78 Miliar

Impor RI Turun di September, Jadi US$ 12,78 Miliar

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 16 Okt 2017 12:02 WIB
Impor RI Turun di September, Jadi US$ 12,78 Miliar
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai impor Indonesia di September 2017 mencapai US$ 12,78 miliar, angka ini turun 5,39% dibandingkan dengan Agustus 2017.

"Impor penurunannya lebih dalam dibanding ekspor, untuk impor ini terjadi baik di migas maupun non migas, kalau YoY tumbuh 13,13%," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Dia menjelaskan, nilai impor di September 2017 yang mencapai US$ 12,78 miliar ini dikarenakan lebih kepada faktor musiman lantaran di September 2016 juga terjadi hal yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan, berdasarkan penggunaan barang seperti konsumsi nilainya US$ 1,13 miliar di mana turun 5,87% (mtm), namun secara YoY naik 12,34%, bahan baku/penolong mencapai US$ 9,60 miliar atau turun 4,96% (mtm), namun YoY tumbuh 13,17%, barang modal mencapai US$ 2,05 miliar dengan pertumbuhan MtM turun 7,13%, sedangkan YoY tumbuh 13,39%.

"Berdasarkan golongan, yang alami kenaikan tinggi adalah buah-buahan seperti pir, anggur, apel dari Tiongkok, sebaliknya yang alami penurunan itu mesin-mesin dan pesawat mekanik," jelas Suhariyanto.

Dengan nilai impor di September yang mencapai US$ 12,78 miliar, maka secara kumulatif dari Januari sampai September 2017 mencapai US$ 112,49 miliar atau naik 13,97% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Pangsa impor kita masih sama, 26% berasal dari Tiongkok, seperempat impor RI dari Tiongkok, disusul Jepang, dan Thailand, impor dari ASEA 20,61%. Enggak berubah karena ini 3 negara besar yang impor," tukas Suhariyanto. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads