Follow detikFinance
Senin 16 Oct 2017, 20:53 WIB

Menhub Kaji Kenaikan Tarif Batas Bawah Pesawat Ekonomi

Ardan Adhi Chandra, Muhammad Idris - detikFinance
Menhub Kaji Kenaikan Tarif Batas Bawah Pesawat Ekonomi Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengkaji kenaikan batas bawah tarif pesawat kelas ekonomi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penerbangan.

"Kita akan kaji pada suatu angka yang bisa menjamin suatu safety juga," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor detik.com, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2017).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya perang harga antar maskapai.

"Enggak boleh buat banting-bantingan harga bawa dampak daripada terbatasnya stok komponen," jelas Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso.

Hanya saja lebih lanjut ia mengatakan kenaikan batas bawah tarif pesawat kelas ekonomi masih dikaji besarannya. Pasalnya ada beberapa hal yang iktu dipertimbangkan salah satunya inflasi.

"Kemudian kalau menaikan batas minimum efek inflasi juga untuk maintain persaingan yang sehat antara airline-airline," ujar Agus.

Sebagai informasi, penetapan tarif batas bawah mengacu pada Peraturan Manteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang mekanisme perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan bawah.

Dalam aturan itu, tarif batas bawah tiket kelas ekonomi sebesar 30% dari tarif termahal. Sehingga jika terjadi kenaikan 10%, tarif terendah tiket pesawat dipatok minimal sebesar 40% dari tiket termahal.

Menurut Budi, peningkatan tarif batas bawah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.

"Kalau namanya penerbangan ada harga pokok. Harga pokok ini ada hubungan dengan safety. Bagaimana mungkin orang punya taksi kalau enggak bisa bayar ban. Jadi 40% itu suatu harga yang favourable yang beri suatu kepastian terjaminnya safety," terang Budi dalam diskusi di Redtop Hotel, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Menurut Budi, kebijakan kenaikan tarif batas bawah tersebut sudah dibahas dengan para maskapai penerbangan. Mereka pun merasa tak keberatan dengan rencana tersebut.

"Sudah didiskusikan dengan maskapai penerbangan. Itu revisi kita mampu bersaing internasional. Kadang itu (keselamatan) diabaikan," tutur mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed