Menurut catatan Organda DKI Jakarta, dari 32 perusahaan taksi yang ada, saat ini hanya tersisa 4 perusahaan taksi, antara lain Blue Bird, Express, Gamya, Taxiku.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah bahwa tersingkirnya beberapa perusahaan taksi konvensional karena serbuan taksi online. Menurutnya tutupnya beberapa perusahaan taksi disebabkan karena sistem manajemen yang kurang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi juga mengaku prihatin kepada para pengusaha taksi konvensional. Ia juga membuka kesempatan untuk duduk bersama membahas permasalahan tersebut.
"Saya juga prihatin kalau itu terjadi, buka diri dialog kepada mereka-mereka yang kurang beruntung kita diskusi," ujar Budi.
Budi meyakini jika taksi konvensional dan online berdampingan masih bisa melayani penumpang yang sama banyaknya. Pasalnya, pasar angkutan umum di Indonesia masih terbuka luas.
"Kalau sama-sama, pasarnya juga banyak dibagi ramai-ramai juga masih banyak," ujar Budi. (ara/ara)











































