Follow detikFinance
Selasa 17 Oct 2017, 17:40 WIB

Perusahaan Taksi Berguguran, Ini Kata Menhub

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Perusahaan Taksi Berguguran, Ini Kata Menhub Foto: Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Beberapa perusahaan taksi konvensional belakangan ini babak belur dengan kehadiran taksi online. Dengan kemudahan pemesanan dan tarif yang lebih murah, taksi online mampu menggeser para taksi konvensional.

Menurut catatan Organda DKI Jakarta, dari 32 perusahaan taksi yang ada, saat ini hanya tersisa 4 perusahaan taksi, antara lain Blue Bird, Express, Gamya, Taxiku.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah bahwa tersingkirnya beberapa perusahaan taksi konvensional karena serbuan taksi online. Menurutnya tutupnya beberapa perusahaan taksi disebabkan karena sistem manajemen yang kurang baik.

"Tidak semata-mata itu, beberapa taksi katanya akan berhenti sudah dari sejak sebelum ada online, sudah tidak kompetitif," tutur Budi saat berkunjung ke Kantor detikcom, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2017).

Budi juga mengaku prihatin kepada para pengusaha taksi konvensional. Ia juga membuka kesempatan untuk duduk bersama membahas permasalahan tersebut.

"Saya juga prihatin kalau itu terjadi, buka diri dialog kepada mereka-mereka yang kurang beruntung kita diskusi," ujar Budi.

Budi meyakini jika taksi konvensional dan online berdampingan masih bisa melayani penumpang yang sama banyaknya. Pasalnya, pasar angkutan umum di Indonesia masih terbuka luas.

"Kalau sama-sama, pasarnya juga banyak dibagi ramai-ramai juga masih banyak," ujar Budi. (ara/ara)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed