Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Okt 2017 15:13 WIB

Daripada Pertumbuhan Ekonomi 6% Jokowi Lebih Pilih Pemerataan

Yogi Irfandi - detikFinance
Foto: Ray Jordan/detikcom Foto: Ray Jordan/detikcom
FOKUS BERITA Tiga Tahun Jokowi-JK
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap konsisten mendorong pemerataan ekonomi di setiap daerah di Indonesia meskipun kebijakan tersebut membuat pertumbuhan ekonomi belum bisa melaju seperti harapan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Panjaitan dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Gedung Bina Graha, Kantor Kepala Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Menurut luhut, pertumbuhan ekonomi 6% bukan hal yang sulit dicapai bila pemerintah hanya fokus pada pembangunan di Pulau Jawa. Namun, hal tersebut tak sejalan dengan Nawa Cita Jokowi yang ingin pembangunan merata tak hanya di jawa.

"Sebenarnya, kita bisa saja tumbuh 6,1% itu kalau kita hanya memperhatikan pembangunan Jawa Sentris. Tapi, Presiden Jokowi memilih untuk menjalankan Program Indonesia Sentris, pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, pembangunan di daerah pinggiran," tegas Luhut dalam kesempatan tersebut.

Meski demikian, Luhut menegaskan, Indonesia masih punya peluang mancatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi saat ini yang berada di kisaran 5%.

Menurut Luhut, bila seluruh pembangunan di daerah rampung, maka dampakanya pada pertumbuhan ekonomi bisa mulai dirasakan. Di sektor yang dipimpinnya, dampak pembangunan yang merata sudah bisa dirasakan masyarakat. Contohnya seperti penyedian tol laut yang bisa menurunkan harga-harga di Indonesia Timur.

"Sektor Maritim sudah jalan dengan baik. Banyak hal sudah kita jalankan, penyelesaian pembangunan bandara, pelabuhan, destinasi wisata, dan lain-lain," katanya.

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
FOKUS BERITA Tiga Tahun Jokowi-JK
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed