"Angka kemiskinan masih stagnan di level 11% dari total penduduk atau sekitar 27,8 juta," ungkap Direktur INDEF, Enny Sri Hartati, di Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Menurut Enny, saat ini pemerintah lebih fokus dalam membangun infrastruktur yang lebih banyak terasa dampaknya bagi kalangan menengah ke atas dibanding melakukan pengentasan kemiskinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai program pengentasan kemiskinan yang masih saja tidak berubah secara signifikan. Padahal anggaran yang digelontorkan melalui APBN lebih dari Rp 100 triliun," jelasnya
Lebih lanjut Enny mengungkapkan, pihaknya telah merangkum tingkat kepuasan masyarakat terhadap masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) di sektor ekonomi. Dari rangkuman itu, didapat hasil tingkat kepuasan masyarakat masih rendah yakni di bawah 50%
"Ada beberapa catatan yang memang masyarakat kurang puas, terutama dalam bidang ekonomi angkanya 40%-an," kata Enny.
Sementara berdasarkan laporan 3 tahun Jokowi-JK yang dikutip detikFinance, tingkat kemiskinan hingga Maret 2017 terdapat penurunan sebesar 0,22% menjadi 10,64% dari September 2016 yang sebesar 10,7%.
Jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang atau 10,64% dari seluruh penduduk. Diperlukan program yang tepat sasaran dan tepat untuk terus menurunkan jumlah penduduk miskin.
Jika dilihat, sejak September 2014 tingkat kemiskinan sebesar 10,96%, lalu meningkat menjadi 11,22% pada Maret 2015, lalu kembali turun menjadi 11,13% di September 2015, lalu turun ke level 10,86% di Maret 2016, dan September 2016 turun menjadi 10,7%. (mkj/mkj)











































