Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, mengungkapkan Provinsi Kalbar saat ini terus berupaya meningkatkan jumlah produksi pangan lokal, contohnya seperti beras.
Dengan peningkatan produksi, dirinya berharap Kalbar bisa menjadi wilayah percontohan ekspor melalui perbatasan yang punya lumbung padi sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, posisi Kalbar sangat dekat dengan perbatasan Malaysia melalui Entikong. Oleh sebab itu, kemudahan akses tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan ekspor.
"Kami siap menjadi role model sebagai lumbung pangan dunia dari perbatasan. Kami akan ekspor dari Entikong-Sarawak. Makanya diharap ini indonesia menjadi pintu pangan perdagangan," tuturnya.
Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan Kalbar sengaja dipilih menjadi wilayah memperingati HPS karena memang memiliki posisi strategis dalam melakukan ekspor beras di perbatasan.
"Jadi ini pemerintah provinsi Kalbar yang minta (acara HPS), kita setujui, dengan pertimbangan Kalbar punya wilayah perbatasan dan produksi berasnya surplus," jelasnya. (hns/hns)











































