Follow detikFinance
Jumat 20 Oct 2017, 18:58 WIB

Berapa Jumlah Taksi Online yang Boleh Operasi di Jabodetabek?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Berapa Jumlah Taksi Online yang Boleh Operasi di Jabodetabek? Foto: Noval / detikcom
Jakarta - Kuota angkutan umum sewa khusus atau angkutan umum berbasis aplikasi alias taksi online menjadi salah satu yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan tentang angkutan sewa khusus atau taksi online. Kuota akan ditentukan per wilayah, mengikuti formula yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menjadi pihak yang memberikan usulan ke Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk kuota taksi online di wilayah Jabodetabek, sebelum akhirnya ditetapkan dalam aturan.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan, pihaknya mengusulkan jumlah taksi yang beredar di wilayah Jabodetabek maksimal 90 ribu taksi. Jumlah tersebut meliputi taksi online dan taksi konvensional. Meski belum diputuskan, dia bilang jumlah taksi online akan lebih sedikit dibanding taksi konvensional.

"Yang diusulkan 90 ribu hasil perhitungan sementara. Itu semua taksi, termasuk konvensional. Kalau hitung-hitungan kita, kira-kira sekitar 30-45% untuk yang online," katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Namun, kuota taksi online sendiri tidak diatur berapa jumlahnya per armada atau per perusahaan penyedia aplikasi. Pihaknya menyerahkan ke mekanisme pasar terkait jumlah armada yang bisa dimiliki per aplikasi, sesuai kemampuan keuangan perusahaan menambah jumlah armada.

"Jadi kita tentukan dulu kuotanya berapa sih kebutuhan taksi. Itu yang ditetapkan. Tapi enggak ada spesifik Grab harus berapa, Uber berapa. Jadi once dia melebihi kuota, ya sudah, enggak boleh nambah lagi," jelas Bambang.

Menurutnya hal ini akan bisa diterima dengan kondisi di lapangan, karena ke depan konvensional dan taksi online pun akan banyak berkolaborasi.

"Posisinya kita lihat perkembangan di pasar seperti apa permintaannya nanti. Apa lagi nanti taksi online dan reguler kan akan bergabung. Dia akan gunakan aplikasi juga. Artinya konvensional dan online sudah hampir tidak ada beda lagi," tandasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed