Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah hanya bersifat sementara.
"Kalau pergerakan dari rupiah atau nilai tukar ada yang sifatnya temporer karena ada masa-masa di mana suasana pasar oleh isu global," kata Sri Mulyani di Kawasan Kemang, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan bahwa fundamental ekonomi nasional masih mampu menahan sentimen yang mempengaruhi nilai tukar rupiah.
"Selama dari sisi fundamental, kalau untuk rupiah, ekonomi Indonesia, perdagangan internasional, ekspor, impor, capital inflow, cadev bagus, maka fundamental itu akan menjaga nilai tukar pada yang tingkat yang stabil. Kalau sifatnya sentimen pada waktu-waktu tertentu biasanya sifatnya temporer," tukas dia. (ang/ang)











































