"Menurut saya kondisi utang pemerintah masih manageable melihat komposisi tersebut dan melihat rasio utang terhadap PDB yang mencapai sekitar 28%, kurang dari 30%," kata Ekonom dari Bank Permata, Josua Pardede saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).
Baca Juga: Jokowi: Utang Kita Paling Kecil
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata dia, sebagian besar porsi penerbitan SBN yakni sebesar 72,9% adalah penerbitan dalam denominasi rupiah.
"Saya melihat dalam 3 tahun terakhir ini, pertumbuhan utang pemerintah pusat didorong oleh pertumbuhan SBN denominasi rupiah sebesar 14% (yoy)," tambah dia.
Meski secara nominal utang pemerintah naik, namun pemerintah juga berhasil mengelolanya dengan baik. Menurutnua, manajemen utang pemerintah cenderung baik terlihat dengan komposisi utang jangka pendek yang lebih rendah serta debt service ratio yang terus membaik.
Selain itu, kata dia, peningkatan utang pemerintah juga sebagian besar dialokasikan untuk belanja yang produktif seperti infrastruktur, belanja sosial, dan bukan belanja konsumtif seperti subsidi energi pada pemerintahan sebelumnya. (ang/ang)










































