Jokowi Kumpulkan Menteri, Bahas Proyek Qatar Hingga Kereta Cepat

Jokowi Kumpulkan Menteri, Bahas Proyek Qatar Hingga Kereta Cepat

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 23 Okt 2017 12:27 WIB
Jokowi Kumpulkan Menteri, Bahas Proyek Qatar Hingga Kereta Cepat
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Mengawali kerja pada awal pekan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan beberapa jajaran menteri kabinet kerja untuk membahas mengenai progres beberapa program yang sudah dicanangkan.

Mulai dari tindak lanjut pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Qatar pada pekan lalu, hingga progres pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Qatar, Presiden memberikan perintah supaya tindak lanjuti kunjungan Emir Qatar kemarin ke sini. Minggu ini kami akan rapat dan tawarkan beberapa proyek ke sana salah satunya Mandalika. Itu proyek wisata," kata Luhut

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Wamen ESDM Arcandra Tahar, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.


Selain menyusun soal program tindak lanjut dengan Qatar, Luhut mengatakan, Presiden Jokowi juga meminta kepada Kepala Bappenas untuk menyusun perencanaan transportasi, pertanian dan pemukiman hingga 2045.

Selain itu, kata Luhut, Presiden Jokowi juga membicarakan mengenai progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurut Luhut, pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia ini memiliki peluang untuk diintegrasikan dengan Bandara Kertajati.

"Sehingga cost-nya bisa ditekan lagi ke bawah. Itu merupakan bagian dari pada proyeksi pembangunan Jakarta-Bandung itu bisa jadi satu, itu merupakan proyek transportasi yang sangat dibutuhkan," tukas dia.

(mkj/mkj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads