Follow detikFinance
Senin 23 Oct 2017, 16:31 WIB

Taksi Online Tak Patuh Aturan di Bandara Soetta, Apa Sanksinya?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Taksi Online Tak Patuh Aturan di Bandara Soetta, Apa Sanksinya? Foto: Ahmad Bil Wahid
Tangerang - Ada gerai taksi online di Bandara Soekarno-Hatta. Pengemudi taksi online pun kita tak perlu lagi melakukan "kucing-kucingan" untuk mengangkut penumpang di sana.

Pasalnya, pihak otoritas bandara yakni PT Angkasa Pura II, telah menyediakan fasilitas gerai khusus bagi para sopir taksi online yang terdaftar di Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol).

Sopir taksi online yang telah menjadi anggota koperasi dari Inkoppol wajib memiliki SIM A umum dan seragam khusus, dan melakukan penarikan penumpang melalui gerai.

Namun, bagaimana jika masih ada sopir yang ketahuan tak mengikuti aturan tersebut?

"Jadi kalau ada sesuatu seperti ini (yang ketahuan), tetap kita ada sanksi. Tindak tegas, kita kasih peringatan (agar tak beroperasi di Bandara)" ujar Branch Communication Manager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, Dewandono Prasetyo Nugroho, kepada detikFinance, Tangerang, Senin (23/10/2017).

[Gambas:Video 20detik]


Prasetyo memang tak memungkiri bahwa masih adanya sopir taksi online yang belum mengikuti aturan, atau terdaftar dalam Inkoppol. Oleh sebab itu, dirinya menyarakan agar sopir taksi online mulai ikut mendaftar dan bergabung dengan Inkoppol agar bisa resmi beroperasi.

"Memang tidak menutup kemungkinan banyak juga rekan-rekan yang tergabung dalam Grab tersebut, tapi belum teregistrasi dengan Inkoppol. Saya menyerankan supaya bisa gabung ke sana supaya menjadi resmi agar tidak 'kucing-kucingan' terus," ujarnya.

"Karena bagaimana pun juga, seperti yang sudah diketahui kita sudah bekerja sama. Jadi tolong itu dihormati oleh teman-teman yang lainnya," sambung dia.

Kendati demikian, pihak tak bisa memantau secara terus menerus untuk menertibkan pengemudi taksi online yang tak mengikuti aturan. Sebab, kondisi di lapangan memang menyulitkan para petugas untuk melacak keberadaan taksi online.


"Kan sekarang kita enggak bisa membendung era globalisasi digital begini kan. Di mana pun mereka juga bisa (beroperasi) kan. Misalnya mereka tidak berada di Bandara, tapi di luar area bandara. Begitu dia terima order, kan mereka bisa masuk saja ntar ketemu di drop," jelasnya.

"Tapi kalau kami tetap menegaskan supaya tidak beroperasi di sini (bandara) karena kasihan dong teman-teman yang sudah resmi di sini," tutupnya.


Mau ikut diskusi soal Aturan Baru Taksi Online? Yuk, ikut acara ocus Group Discussion, bertema: Mengupas Polemik Peraturan Transportasi Online yang diselenggarakan detikcom dan Kemenhub.

Acara yang digelar Pukul 09.00 WIB, Rabu 25 Oktober 2017 di Harris Vertu Hotel Harmon ini tidak dipungut biaya alias gratis lho, tinggal daftar saja langsung. Klik di sini. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed