Follow detikFinance
Selasa, 24 Okt 2017 22:24 WIB

Jokowi Geleng-geleng Ada Pemda Serap APBD Cuma 10%

Danu Damarjati - detikFinance
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi setiap daerah sepanjang 2016. Jokowi menyebut daerah yang ekonominya tumbuh tinggi hingga minus.

Suasana menjadi riuh karena Jokowi tak hanya bicara soal capaian pertumbuhan ekonomi, tapi juga soal penyerapan APBD, daerah yang parkir dana di bank, hingga soal penggunaan dana desa.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para kepala daerah di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

"Ini pertumbuhan ekonomi 2016 saya ingin mengucapkan selamat," ujar Jokowi.

Jokowi lantas membacakan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pertumbuhan ekonomi 2016. Nomor satu Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dengan pertumbuhan ekonomi 37 persen.

"Ada Bupati Banggai?" tanya Jokowi sambil melihat ke barisan kepala daerah yang duduk di depannya.

Banggai pertumbuhan ekonomi tinggi karena punya gas alam. Jokowi mengingatkan agar kepala daerahnya hati-hati mengelola gas alam.

Selanjutnya, Blora dengan pertumbuhan 23,5 persen di urutan kedua. Disusul Bojonegoro 21,90 persen, dan Morowali 13,18 persen.

Morowali tumbuh karena hasil nikel. Urutan selanjutnya ada Mimika dengan angka pertumbuhan 12,7 persen.

"Saya belum cek karena apa. Karena apa? Karena Freeport?" imbuh Jokowi.

Setelah menyampaikan deretan daerah yang ekonominya tumbuh tinggi, Jokowi kemudian membacakan daerah yang ekonominya minus.

"Ini ada yang minus-minus. Perlu saya bacakan enggak yang minus? Kabupaten Paser, Kabupaten Bengkalis. Ini yang tahun kemarin. Tahun ini harus betul-betul hati-hati. Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau, Kabupaten Bontang. Sudah, nanti pada lihat," tutur Jokowi.

Suasana berubah menjadi riuh. Terlihat raut-raut wajah heran, ada yang saling menatap. Namun Jokowi melanjutkan tuturannya.

Serapan APBD

Selain soal pertumbuhan ekonomi, Jokowi juga menyebut beberapa daerah dengan serapan APBD tinggi. Urutan pertama ada Kota Pariaman di angka 87 persen. "Berarti kerjanya ngebut," kata Jokowi.

Urutan kedua serapan APBD tertinggi Tasikmalaya 76 persen, Garut 65 persen. Kabupaten Barru (Sulsel) 62 persen, dan Kabupaten Ciamis 60,6 persen.

"Ini yang serapannya rendah saya masih ragu. Masa serapannya hanya 10 persen, 13 persen? Dibacakan enggak ini (nama daerah dengan penyerapan anggaran terburuk)?" tanya Jokowi.

Ada yang menjawab, "Dibacakan!"

"Enggak usahlah, nanti kaget. Saya hanya geleng-geleng saja," ucap Jokowi.

Selanjutnya mantan Gubernur DKI Jakarta ini membacakan peringkat daerah tentang dana parkir terbesar. Kabupaten Tangerang duduk di peringkat pertama, punya dana parkir 38 persen, disusul Jember 36 persen, Kota Tangerang 32 persen, dan Sidoarjo 31 persen.

"Segera gunakan, segera cairkan APBD itu supaya cepat beredar di masyarakat," tutur Jokowi kepada kepala daerah agar dana parkir tak terlalu besar.

Dana desa

Giliran soal pemanfaatan dana desa yang sudah tiga tahun digelontorkan sebanyak Rp 127 triliun. Pemanfaatan dana desa yang terbaik diraih oleh dua kabupaten.

"Saya anggap pemanfaatan dana desanya terbaik karena bisa dibangun jalan 679 km, jembatan 1.975 meter, ini dikerjakan dalam tiga tahun setelah dana diberikan," ucap Jokowi.

Yang dimaksud Jokowi sebagai daerah yang paling baik dalam penggunaan dana desa itu adalah Kabupaten Tulungagung.

"Diteruskan, Pak Bupati!" kata Jokowi kepada Bupati Tulungagung yang duduk di bagian belakang.

Di urutan kedua ada Kabupaten Jembrana. Kabupaten di Bali ini bisa membangun 129 km jalan, 8 meter jembatan, dan 4 unit pasar.

"Hal-hal seperti ini yang kita inginkan, agar dana itu betul-betul termanfaatkan dengan baik," tutur Jokowi. (dnu/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed