Pertamina Bakal Beli Minyak Mentah dari KPS
Jumat, 27 Mei 2005 17:27 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah di pasar internasional yang terus naik akhirnya membuat Pertamina berpikir. Perusahaan milik negara yang dituding korupsi oleh Menneg BUMN Sugiharto ini akan membeli minyak dari para kontrak production sharing (KPS)."Pertamina siap membeli minyak mentah dari KPS bulan depan. Pembicaraan pembelian minyak KPS telah dilakukan. Pelaksanaannya insya Allah bulan depan," kata Wakil Direktur Pertamina Mustiko Saleh di Kantor Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (27/5/2005).Pembelian minyak dari KPS tentunya akan lebih murah ketimbang harus beli lewat impor. "Pasti kita terima karena ada selisih biaya transportasi," ujarnya. Mengenai kesiapan kilang, Mustiko menyatakan, semua kilang Pertamina akan menampung minyak dari KPS. "Semua bisa, kecuali kilang Cilacap yang khusus diperuntukkan untuk jenis minyak sour crude dari Saudi Arabia," katanya.Direktur Keuangan PT Pertamina Alfred Rokhimone menyatakan, pemberian subsidi dari pemerintah sebesar Rp 1,2 triliun per bulan dinilai kecil. Subsidi itu belum bisa menutupi pembelian impor BBM. "Inilah yang sedang diusahakan untuk dinaikkan, karena impor tidak bisa dikurangi," ucapnya.Seluruh impor normal dalam per bulan mencapai US$ 1,3 miliar. Untuk menutupi kekurangan dana untuk impor BBM, Pertamina mendapatkannya dari penjualan BBM sebesar Rp 400 miliar per hari. "Subsidi pemerintah sebesar Rp 1,2 triliun hanya 10 persen dari total pembelian. Sebanyak 90 persen diambil dari penjualan BBM," kata Alfred.
(mar/)











































