"Ini adalah konsen kita bersama, mereka (pemuda) adalah kelompok yang produktif. Makanya ini konsen kita bersama agar pemuda bisa berwirausaha, ini kan yang sebenarnya tujuan dari arah kebijakan kita," kata Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga, Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum di Merial Institute, FS Point, Jalan KH Abdullah Syafei No. 47, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2017).
Menurut wanita yang akrab dipanggil Lisa itu, presiden pernah meminta ada satu juta wirausaha muda untuk pembangunan bangsa. Untuk itu menjadi tugas bersama agar bisa mencapai target itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hasil kajian Merial Institute, pemerintah tengah berupaya sekuat tenaga mencegah agar bonus demografi (penduduk usia produktif) tidak menjadi suatu disaster atau bencana. Salah satunya dengan menciptakan program-program di sektor lapangan pekerjaan.
"Kalau dibilang bonus demografi, kita sudah mulai, karena usia pemuda di rentang produktif itu sedang banyak-banyaknya secara nasional. Kami dari pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk mencegah terjadinya disaster, artinya dengan membuat program-program yang menciptakan lapangan pekerjaan," papar Lisa.
Diakuinya, banyak tantangan yang akan dihadapi oleh pemuda tidak hanya dalam lapangan pekerjaan, pendidikan dan keterampilan di daerah.
"Memang masih ada tantangan kalau kita berbicara daerah sulit, itu memang masih menjadi tantangan. Tapi bukan berarti pemerintah abai, tapi pemerintah tetap ke sana, walaupun tantangannya besar," tutupnya. (adf/ang)










































