Matahari Pasaraya Hingga Lotus Tutup, Darmin: Proses yang Normal

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Rabu, 25 Okt 2017 20:20 WIB
Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Ritel modern mulai menutup gerainya. Sebut saja, Seven Eleven, Matahari di Pasaraya, dan sekarang Lotus. Bahkan, pemilik Lotus, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bakal menutup seluruh gerai yang berjumlah 5 unit.

5 gerai Lotus itu tersebar di Jakarta, Bekasi, dan Cibubur. Jelang penutupan 31 Oktober nanti, Lotus menggelar diskon besar-besaran hingga 80%, contohnya di Lotus Thamrin, Jakarta Pusat.


Merespons soal toko ritel yang berguguran, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan tutupnya gerai ritel adalah sesuatu yang normal. Pasalnya, situasi bisnis sudah berkembang menjadi lebih dinamis.

"Gini, situasi memang sedang berkembang dinamis, ada yang online dan macam-macam. Ada yang terdesak bersaing sehingga ya itu proses yang normal dalam setiap kegiatan perekonomian," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/10/2017).


Selain itu, kata Darmin, tutupnya ritel atau munculnya ritel baru juga menjadi bagian dari hal yang normal.

"Ada yang tersingkir ada yang bangkit dan ada yang muncul. Normal," ucapnya.

[Gambas:Video 20detik]



Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kondisi tutupnya gerai ritel tidak berkaitan dengan isu daya beli. Pasalnya, ia menilai hal tersebut hanya penaksiran penjual.


"Tidak, bukan (isu daya beli lemah). Ini karena melihat saya melihat kok langganannya mulai berkurang ya jadi hitung-hitung gitu," sambung Darmin.

Lantas, bagaimana upaya pemerintah mencegah toko ritel kembali gugur? Darmin mengatakan pemerintah tidak bertanggung jawab atas bisnis perseorangan.

"Itu bukan urusan pemerintah. Pemerintah itu tidak mengurusi bisnis orang satu," pungkasnya. (hns/hns)