Toserba Harus Mau 'Go Digital' dan Rampingkan Perusahaan

Toserba Harus Mau 'Go Digital' dan Rampingkan Perusahaan

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 27 Okt 2017 10:43 WIB
Toserba Harus Mau Go Digital dan Rampingkan Perusahaan
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Aksi penutupan beberapa gerai toko ritel ternama tengah menjadi sorotan. Industri ini dipandang sedang bergejolak. Ada yang bilang disebabkan penurunan daya beli masyarakat, ada pula yang percaya karena dihempas persaingan dengan toko online.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, para perusahaan ritel saat ini mau tidak mau harus mengikuti perubahaan yang terjadi jika ingin tetap bertahan. Khususnya bagi perusahaan ritel yang melantai di pasar modal. Sebab kejadian ini bisa saja menjadi sentimen negatif terhadap sahamnya.

"Mau tidak mau melakukan perubahan ke arah digitalisasi, fenomena seperti ini tidak bisa dihindari. Masyarakat itu semakin banyak yang aware terhadap gadget, ingin kemudahan. Kalau ritel ini enggak bisa menjawab keinginan itu maka akan tertinggal," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (27/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reza juga memandang ada pergeseran gaya belanja masyarakat dari toko ritel besar ke ritel kecil yang dekat dengan rumah. Sekali lagi, kemudahan yang keterjangkauan membuat pelanggan beralih.

"Masyarakat terus berevolusi, ada yang baru langsung direspons. Sekarang ada minimarket dekat rumah, tinggal jalan kaki," tambahnya.

Oleh karena itu, merubah strategi bisnis sangat diperlukan. Reza juga menilai aksi penutupan toko yang tidak menghasilkan keuntungan memang harus dilakukan.

Sebab toko ritel mempunyai beban operasional yang besar. Dengan memangkas beban operasional maka akan berdampak positif pada pos laba bersih.

"Barangnya dipindahin ke yang ramai, nah artinya dia sudah minimize cost. Dari pada enggak ramai, biayanya juga mahal, justru akan memberatkan lagi," tukasnya.

Reza juga menyarankan agar emiten ritel berkolaborasi dengan perusahaan e-commerce.

"Bisa kerja sama atau beli platform sendiri. Ini pas bagi emiten yang belum memiliki platform dan lebih efisien," tukasnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads