Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, para perusahaan ritel saat ini mau tidak mau harus mengikuti perubahaan yang terjadi jika ingin tetap bertahan. Khususnya bagi perusahaan ritel yang melantai di pasar modal. Sebab kejadian ini bisa saja menjadi sentimen negatif terhadap sahamnya.
"Mau tidak mau melakukan perubahan ke arah digitalisasi, fenomena seperti ini tidak bisa dihindari. Masyarakat itu semakin banyak yang aware terhadap gadget, ingin kemudahan. Kalau ritel ini enggak bisa menjawab keinginan itu maka akan tertinggal," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (27/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat terus berevolusi, ada yang baru langsung direspons. Sekarang ada minimarket dekat rumah, tinggal jalan kaki," tambahnya.
Oleh karena itu, merubah strategi bisnis sangat diperlukan. Reza juga menilai aksi penutupan toko yang tidak menghasilkan keuntungan memang harus dilakukan.
Sebab toko ritel mempunyai beban operasional yang besar. Dengan memangkas beban operasional maka akan berdampak positif pada pos laba bersih.
"Barangnya dipindahin ke yang ramai, nah artinya dia sudah minimize cost. Dari pada enggak ramai, biayanya juga mahal, justru akan memberatkan lagi," tukasnya.
Reza juga menyarankan agar emiten ritel berkolaborasi dengan perusahaan e-commerce.
"Bisa kerja sama atau beli platform sendiri. Ini pas bagi emiten yang belum memiliki platform dan lebih efisien," tukasnya. (ang/ang)











































