Debenhams Tutup 2 Toko di Inggris, Laba Anjlok 44%

Erwin Dariyanto - detikFinance
Jumat, 27 Okt 2017 14:13 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Fenomena lesunya perdagangan ritel tak hanya dialami Indonesia. Sejumlah negara di dunia, sebut saja Amerika, Australia dan Inggris pun mengalaminya.

Penutupan gerai ritel ternama Debenhams rupanya juga tak hanya terjadi di Indonesia. Kemarin Debenhams di Inggris juga mengumumkan menutup dua dari 10 cabang gerainya.

Seperti dilaporkan The Guardian, dua gerai Debanhams yang ditutup itu berlokasi di Eltham, London Selatan, dan Farnborough, Hampshire.

Pada Kamis kemarin Debenhams melaporkan, di tengah ketidakpastian penjualan, keuntungan mereka pun turun hingga 44 persen atau menjadi 59 juta poundsterling. Debenhams juga harus menanggung beban biaya sebesar 36,2 juta poundsterling, sebagian terkait penutupan toko dan pusat distribusi di Northampton.

Chief Executive Debenhams Sergio Bucher mengatakan, tak ada peningkatan angka penjualan di sejumlah gerainya hingga menjelang akhir 2017 ini. Namun, penjualan secara mobile justru meningkat hingga 57 persen.

Bucher, yang memimpin Debenhams sejak tahun lalu itu pun mengaku telah menerapkan strategi baru untuk menghadapi tren perubahan perilaku pembeli.

"Kami telah membuat perkembangan yang baik dengan menerapkan strategi baru, Debenhams didesain ulang, yang didorong oleh hasil percobaan awal kami, dan banyak mitra baru yang tertarik bekerja sama dengan kita," kata dia seperti dikutip dari BBC, Jumat (27/10/2017).

"Aktivitas kami sampai saat ini memastikan bahwa kami bergerak ke arah yang benar menuju masa depan Debenhams yang sukses dan menguntungkan," tambah Bucher.

Analis ekuitas di Hargreaves Lansdown, George Salmon memuji langkah Bucher dalam memimpin Debenhams. Menurut dia, Bucher sebagai mantan eksekutif di Amazon telah memilih langkah cerdas dengan menerapkan model penjualan Debanhams mengikuti abad 21 alias milineal.

"(Bucher) memiliki solusi yang jelas untuk mengatasi masalah penurunan (penjualan) yang lebih tinggi," kata Salmon.

Tak hanya Debenhams, merek ternama seperti Marks & Spencer, Mothercare dan semua supermarket besar di Inggis telah menutup toko mereka dan memutuskan beralih ke Online. Konsekuensinya mereka harus merumahkan sekitar 3 juta pekerjanya.

Di Inggris sektor ritel mempekerjakan tak kurang dari 3 juta orang. Setelah ritel besar beralih ke online, British Retail Consortium mencatat ada 4,2 persen karyawan yang dirumahkan. (erd/hns)