Follow detikFinance
Jumat 27 Oct 2017, 14:44 WIB

Revisi Aturan Taksi Online Resmi Dirilis, Apa yang Berubah?

Muhammad Idris - detikFinance
Revisi Aturan Taksi Online Resmi Dirilis, Apa yang Berubah? Foto: Ahmad Bil Wahid
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya merilis revisi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Revisi tersebut tertuang dalam aturan PM nomor 108 tahun 2017.

Aturan lama yang diterbitkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi itu sebelumnya ditolak oleh Mahkamah Agung sehingga harus direvisi.

Revisi aturannya terkait soal angkutan sewa khusus (online), taksi, angkutan orang di kawasan tertentu, hingga angkutan orang untuk keperluan pariwisata.

Ada beberapa hal yang ditegaskan dalam aturan baru tersebut, berikut di antaranya seperti dikutip detikFinance, Jumat (27/10/2017).

Dalam Pasal 26 Ayat 1 disebutkan definisi angkutan online adalah angkutan sewa khusus merupakan pelayanan angkutan dari pintu ke pintu dengan pengemudi, memiliki wilayah operasi, dan pemesanan menggunakan aplikasi berbasis informasi.

Lalu pada pasal yang sama Ayat 2, dijelaskan bahwa ada syarat wajib yang harus dipenuhi angkutan online, antara lain beroperasi pada wilayah operasi yang telah ditetapkan, tidak berjadwal, dari pintu ke pintu, tujuan perjalanan ditentukan oleh pengguna jasa, tarif angkutan tertera pada aplikasi berbasis teknologi informasi, penggunaan kendaraan harus melalui pemesanan atau perjanjian, tidak menaikkan penumpang secara langsung di jalan, pemesanan layanan hanya melalui aplikasi berbasis teknologi informasi, dan wajib memenuhi standar pelayanan minimal yang ditetapkan.

Sementara mengenai tarifnya diatur dalam Pasal 28 Ayat 1 yang menyebut ketentuan soal tarif batas atas dan tarif batas bawah. Penetapan tarif angkutan sewa khusus dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa transportasi melalui aplikasi.

Taksi online juga akan diberi wilayah operasi yang akan ditentukan oleh dengan mempertimbangkan perkiraan kebutuhan jasa angkutan sewa khusus, perkembangan daerah, karakteristik daerah/wilayah, dan tersedianya prasarana jalan yang memadai. Ini tertuang di pasal 29.

Sementara kendaraan yang digunakan untuk taksi online juga tegas diatur yakni menggunakan mobil penumpang sedan yang memiliki 3 ruang atau mobil bukan sedan yang memiliki 2 ruang paling sedikit 1.000 cc.

Kemudian aturan tentang kendaraan yang digunakan lainnya yakni wajib menggunakan pelat hitam, memiliki kode khusus sesuai penetapan dari Polri, dilengkapi dengan tanda khusus stiker di kaca depan dan belakang sebagai tanda wilayah operasi, dokumen perjalanan yang sah, mencantumkan nomor pengaduan, serta identitas pengemudi yang ditempatkan di dashboard.

Para pelaku transportasi online diberi waktu selama 3 bulan untuk mematuhi aturan baru ini terhitung sejak diundangkan pada 24 Oktober 2017. (ang/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed