Follow detikFinance
Jumat 27 Oct 2017, 16:05 WIB

Lahan Pertanian Beralih Fungsi, Pemda Harus Lakukan Ini

Niken Widya Yunita - detikFinance
Lahan Pertanian Beralih Fungsi, Pemda Harus Lakukan Ini Ilustrasi lahan pertanian (Foto: Muhajir Arifin)
Jakarta - Beberapa lahan pertanian produktif kini beralih fungsi. Padahal ketersediaan lahan pertanian sangat penting diperhatikan demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, dalam keterangan tertulis, Jumat (27/10/2017) mengatakan, pemerintah daerah perlu menjaga terjadinya konversi lahan.

"Pemerintah daerah perlu menjaga terjadinya konversi lahan, sehingga lahan-lahan pertanian produktif tidak beralih fungsi," kata Agung usai mengunjungi lokasi pengembangan jagung hibrida bersama-sama Anggota Komisi IV DPR di kabupaten Muaro Jambi, Kamis (26/10/2017).

Menurut Agung, alih fungsi lahan pasti terjadi. Namun harus diantisipasi melalui perluasan lahan dan menerbitkan perda untuk menghindari terjadinya konversi lahan.

Rombongan Komisi IV DPR yang dipimpin Ketua Komisi IV Edhy Prabowo dan didampingi Agung akan mengunjungi beberapa objek pertanian selama berada di provinsi Jambi pada 26-27 Oktober 2017.

Lokasi yang dikunjungi antara lain pengembangan tanaman jagung hibrida di kabupaten Muaro Jambi. Di lokasi ini sedang digiatkan penanaman jagung hibrida. Tahap pertama akan dilakukan penanaman pada areal seluas 600 hektare (ha) dan saat ini sudah ditanam 120 ha (jagung Bima 20 ha dan URI sebagai pakan 100 ha). Selain itu juga dikembangkan perbenihan jagung hibrida Nasa 29 seluas 2 ha, jagung hibrida JH27 2 ha, serta jagung komposit varietas Sukaraga 3 ha.

Semua varietas tersebut sangat adaptif dengan lahan sub optimal, dan juga lahan pasang surut, sehingga pengembangan jagung sangat prospektif. Karena dilakukan pendampingan oleh BPTP Balitbangtan Jambi.

Untuk memotivasi masyarakat menanam jagung, pada masa mendatang akan dibangun pabrik pengolahan jagung pakan dalam hal ini oleh PT Usaha Baru Bersama. Selain itu juga dilakukan kemitraan usaha seperti Inti-Plasma.

Untuk memberikan nilai tambah dalam usaha jagung, akan dibangun peternakan penggemukan sapi dengan konsep 'bio industri' sehingga brangkasan jagung (daun, batang, dan akar yang tidak dipanen) dan bisa digunakan sebagai bahan pakan sapi. Sedangkan kotorannya dijadikan pupuk kandang, sehingga tidak ada yang terbuang (zero waste).

Selain itu, akan dibangun lokasi perbenihan jagung unggul varietas willis Balitbangtan dengan fasilitas yang mendukung di lokasi seluas 70 ha.

Adanya permintaan benih, perbaikan infrastruktur, kemudahan usaha kredit, dan penyuluhan pada pertanaman di lahan gambut perlu dipenuhi pemerintah dengan menambah anggaran.

Pada bagian lain Agung mengajak masyarakat untuk melaksanakan diversifikasi pangan dengan mengurangi konsumsi beras.

"Kita perlu menurunkan konsumsi beras per kapita. Karena konsumsi kita masih tinggi. Padahal negara lain seperti Thailand hanya 80 kg/kapita, sedangkan Indonesia masih 113 kg/kapita," jelas Agung.

(nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed