BI Jabar: Belum Ada Toko Ritel Tutup, Tapi Tetap Harus Waspada

BI Jabar: Belum Ada Toko Ritel Tutup, Tapi Tetap Harus Waspada

Mochamad Solehudin - detikFinance
Senin, 30 Okt 2017 14:41 WIB
BI Jabar: Belum Ada Toko Ritel Tutup, Tapi Tetap Harus Waspada
Foto: (Thinkstock)
Bandung - Sejumlah toko ritel di Jakarta menutup gerainya pada tahun ini. Mulai dari -Eleven, Matahari dan paling baru Lotus. Lalu bagaimana dengan kondisi di Jawa Barat?

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Wiwiek Sisto Hidayat melihat toko ritel di Jawa Barat masih bisa bertahan di tengah geliat ekonomi saat ini yang dinilai tengah lesu ditambah ada pergeseran pola belanja dari offline ke online.

"Kondisi Jabar saya kira masih survive, masih bagus ya," kata Wiwiek, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, dia tetap meminta para pengusaha toko ritel untuk tetap waspada. Sebab, sekarang ini ada perubahan pola konsumsi di masyarakat. Dari pola konvensional beralih dengan memanfaatkan e-commerce.

"Dari mereka yang senang konsumsi di pasar, supermarket sekarang ke e-commerce. Banyak anak muda ke sana, sehingga harus siap-siap untuk yang ritel ini. Tapi sekali lagi untuk Jabar sejauh ini belum ada (ritel yang akan tutup)," ujar Wiwiek.

Menurut dia para pelaku usaha harus mampu melihat perkembangan yang ada. Karena lawan yang muncul sekarang tidak terlihat.

"Tiba-tiba saja jualannya menjadi berkurang. Perubahan-perubahan masyarakat milenial harus bisa ditangkap," ucap Wiwiek.

Selain itu, tambah dia, pelaku usaha ritel juga perlu memadukan usahanya. Tidak melulu fokus pada produk yang dijual saja. Tapi harus berani memadukan dengan sisi liburan keluarga.

"Karena sekarang itu, masyarakat ke mal tidak hanya ingin liat barang saja. Tapi juga liburan. Sehingga harus dipadukan antara belanja dan liburan. Toko harus bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat dan keluarga," ujar Wiwiek. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads