Follow detikFinance
Senin 30 Oct 2017, 15:37 WIB

Jurus Pemprov Jateng agar Anak Muda Melirik Sektor Pertanian

Niken Widya Yunita - detikFinance
Jurus Pemprov Jateng agar Anak Muda Melirik Sektor Pertanian Foto: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menggencarkan modernisasi pertanian
Demak - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggencarkan adanya modernisasi pertanian seperti penggunaan alat-alat modern dalam pengolahan lahan. Hal ini agar anak-anak muda tertantang untuk terjun ke bidang pertanian.

"Penggunaan alat modern ini akan memudahkan petani, anak-anak muda jadi mau bertani," ujar Ganjar, dalam keterangan tertulis dari Pemprov Jateng, Senin (30/10/2017).

Ganjar mengatakan itu saat tanam padi perdana menggunakan transplanter di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak (30/10/2017).

Ganjar berharap, generasi muda untuk tidak ragu bekerja di sektor pertanian. Karena kini menjadi petani bisa tetap keren.

"Dari 4 orang yang gunakan transplanter tadi, salah satunya masih muda, dia merasa bertani-nya lebih mudah dan menarik. Dengan transplanter, menanam bisa lebih cepat, ini kan juga bentuk dorongan agar anak muda berkiprah di pertanian," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Jika dulu, menjadi petani seringkali dianggap sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat terutama generasi muda, paradigma itulah menurutnya yang perlu diubah. Hal ini agar ada generasi-generasi baru sehingga pertanian di Indonesia bisa semakin maju.

Modernisasi yang dilakukan ungkapnya bukan hanya terkait dengan pengolahan lahan, namun juga pendataan dan penyaluran bantuan yang dilakukan secara modern. Salah satunya melalui kartu tani yang dilengkapi dengan sejumlah data seperti luas lahan, jenis tanaman, dan kebutuhan pupuk bagi setiap petani.

Data-data itu menurut Ganjar menjadi sangat penting agar penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan waktu dan tepat sasaran. Jika semua data bisa terlihat lewat kartu tani, petani tidak akan kesulitan mendapatkan pupuk.

"Kan ada data tanamnya, jadi kami tahu. Ketika masa pemupukan atau dua minggu setelah penanaman akan dipastikan pupuk bersubsidi tersedia," terangnya.

Bukan hanya tentang penyaluran pupuk, data pada kartu tani juga akan memberikan gambaran jumlah panen di masing-masing daerah. Hal ini penting guna memprediksi hasil panen dan agar petani bisa mendapatkan harga yang tinggi saat panen.

"Jadi kan bisa tahu, tanam berapa hektare, yang kena hama semisal berapa. Jadi bisa diprediksi kapan panen dan jumlahnya berapa di tiap daerah," tambahnya.

Saat panen dan harga di tengkulak masih tinggi, Ganjar mempersilakan petani untuk menjual ke tengkulak. Namun jika harga anjlok, Bulog diminta menyerap seluruh panen untuk meningkatkan nilai tawar.

"Kalau gagal panen, kami akan berikan cadangan benih nasional. Atau petani bisa antisipasi sendiri dengan ikut asuransi. Preminya Rp 36 ribu per hektare. Kalau gagal panen, dapat Rp 6 juta," terangnya.

Selain itu, Ganjar juga mendorong petani untuk bisa menjadi wirausahawan guna meningkatkan perekonomian. Seperti halnya pengolahan hasil pertanian pascapanen untuk meningkatkan harga jual.

"Jadi bukan hanya soal bercocok tanam, cara menjualnya tidak hanya gabah tapi sudah berupa beras, diajari packaging penjualan lewat online sekarang bisa melalui regopantes.com atau lewat media sosial, menjaga kualitas, itu modernisasi pertanian," katanya.

Modernisasi pertanian menurut Ganjar menjadi salah satu impiannya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Sebab Indonesia sebagai negara agraris namun para petaninya dinilai belum sejahtera.

Selain kartu tani yang kini diaplikasikan secara nasional, bentuk modernisasi yang dilakukan Pemprov Jateng antara lain dengan pemberian bantuan traktor, alat penanam bibit padi (transplanter), dan alat pemanen (harvester) bagi petani yang tergabung dalam kelompok petani.

Selain mendorong modernisasi alat di bidang pertanian, Pemprov Jateng juga mendorong agar gabungan kelompok tani bisa mengakses sistem informasi dan aplikasi-aplikasi yang telah ada. (nwy/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed