Follow detikFinance
Senin 30 Oct 2017, 17:43 WIB

Sisa Saldo e-Money Bisa Ditukar Uang Tunai

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sisa Saldo e-Money Bisa Ditukar Uang Tunai Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Mulai besok atau 31 Oktober 2017 seluruh gerbang tol yang hanya melayani transaksi non tunai atau dengan menggunakan uang elektronik (e-money). Namun terkadang, dalam penggunaan e-money masih ada sisa saldo yang mengendap.

Vice President Digital Banking & Financial Inclusion Bank Mandiri, Nandan Sandaya, menjelaskan pengguna uang elektronik tak perlu khawatir sisa saldo yang ada dalam kartu e-money hangus. Sebab, pengguna e-money sudah bisa kembali mencairkan dana tersebut jika dibutuhkan.

Sisa uang elektronik bisa ditukar dalam bentuk uang tunai di kantor cabang Bank Mandiri terdekat, untuk menukarkan sisa uang elektronik menjadi uang tunai. Bank Mandiri akan tetap melayani nasabah, meskipun sisa uang elektronik kurang dari Rp 10.000

"Jadi, walaupun uangnya di kartu hanya Rp 3.000, jangan khawatir. Sehingga, berapa pun uang yang ada di dalam uang elektronik bisa melakukan redeem (penarikan)," kata Nandan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Nandan juga menambahkan, nasabah juga jangan khawatir saldo uang elektroniknya hilang begitu saja. Sebab, jelas dia, perbankan yang mengeluarkan uang elektronik tidak diperbolehkan untuk menghanguskan saldo uang elektronik.

"Sisa uang elektronik yang ada dalam kartu ini tidak bakal hilang. Ini diatur oleh peraturan Bank Indonesia, jadi kami sebagai perbankan tidak boleh menghanguskan uang (elektronik)," kata dia.

Di sisi lain, ia menjelaskan penggunaan transaksi elektronik di gerbang tol memberikan dampak yang sangat besar bagi penggunaan e-money. Ia pun mengaku terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Salah satunya, kata dia, pihaknya memberikan laporan pengaduan yang baik. Masyarakat yang merasa gagal transaksi di jalan tol, diharapkan dapat segera melaporkan.

"Sesuatu yang tidak sesuai bisa komplain dan bisa segera dilayani. pada saat customer atau pelanggan mengalami kegagalan transaksi bisa komplain di gerbang tol, bisa saat itu juga dilakukan. Perbankan nanti bisa melakukan verifikasi dengan menghubungi pelanggannya," kata dia.

"Yang kedua pelanggan bisa melakukan komplain kepada cabang-cabang, apabila sesuatu transaksi yang tidak sesuai. Bisa ke bank atau BUJT (Badan Usaha Jalan Tol)," pungkasnya. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed